
Walaupun topeng Cirebon asal muasalnya dari kebudayaan Hindu Budha pada zaman Majapahit yang membawakan cerita panji, tetapi oleh para penyebar Islam (wali) ke dalam kesenian topeng ini dimasukkan nilai-nilai Islam.
Sebutan Topeng Menor ada kaitanya dengan tradisi di lingkungan para seniman Cirebon. Kebiasaan menyertakan identitas pribadi dibelakang kata topeng adalah kebiasaan yang sangat umum untuk menunjukkan profesi seseorang.
Menor adalah nama lain dari Carini (56), seorang dalang topeng berdarah Cirebon yang tinggal di Dusun Babakan Bandung, Desa Jati, Kecamatan Cipunagara, Kabupaten Subang. Sebutan Menor diberikan karena ia adalah satu-satunya anak perempuan dari empat bersaudara (Sunaryo, Supendi, dan Komar) buah perkawinan dari Sutawijaya dan Sani.
Keberadaan Topeng Cirebon di Cipunagara pada mulanya berasal dari dua daerah pusat penyebaran topeng, yaitu Cirebon dan Indramayu. Ditahun 1930-an Aki Resa (kakek buyutnya Carini) dipanggil untuk nopeng (menari topeng) oleh Juragan Demang.
Pangga (anaknya Aki Resa) tahun 1940-an menetap di Desa Jati, mewariskan kesenian topeng kepada keturunanya (yaitu Winda, Talim, Aminah, Sutawijaya). Di Desa Jatilah kesenian topeng berkembang hingga dinamai topeng jati dan setelah Carini yang mendapat julukan si Menor menjadi penerus, maka nama topeng Jati pun menjadi topeng Menor.
Seperti tempat asalnya (Cirebon), Topeng Jati mempunyai beberapa topeng dengan karakter masing-masing. Topeng Panji berwarna merah muda dan putih diibaratkan sebagai seorang kesatria dengan karakter yang lemah lembut, lungguh, dan alim.
Topeng Samba berwarna merah muda berambut diibaratkan sebagai kesatria yang memiliki sifat gandang.
Topeng Rumyan diibaratkan sebagai seorang kesatria yang mempunyai karakter pemberani dan gandang.
Topeng Tumenggung atau Punggawa memiliki karakter yang berani sebagai halnya prajurit kerajaan yang siap berperang. Warna topeng biasanya berwarna merah muda dan berkumis.
Topeng Kelana atau Rahwana, berkawakter garang, serakah, dan suka membuat onar. Warna topeng baisanya merah dan berkumis tebal
Topeng Buta mempunyai karakter garang, menakutkan, dan berperilaku jahat. Warna topeng biasanya merah berkumis tebal.
Sumber: Retno HY, Pikiran Rakyat.





7 komentar:
Satu lagi Seni dari Indonesia yang beragam yang mesti kita lestarikan.
Makasih sudah mengenalkan,jadi tau nieh Kang.
Nice share,happy blogging,wilujeng enjing.
sejarah asal muasal kesenian ciri has indonesia dari berbagai suku/ras.memang perlu kita ketahui,karna kalau bukan kita kita yg melestarikannya siapa lagi.
terima kasih infonya,info yang sangat2 bermanfaat.terima kasih kang.
happy blogging
Moal hariwang pareumeun obor tentang kesenian dan budaya tatar Sunda selagi ada si ganteng hitam manis,hehe.
Hadeuh tos kangen lami teu pependak,haha geuleuh..,pependak di udara,hehe.
Nuhun infona,wilujeng ngeblog bae,salam baktos ti Papua.
ilmu budaya yang patut ketahui generasi penerus nih kang.
sebagai yang terlahir di cirebon, malah ngga tahu ternyata ada topeng menor.
wilujeng sehat
wajib kita lestarikan agar tak diakui oleh negara lain ,,,
hatur nuhun tos sharing Kang ,,,
wilujeng ngeblog
menarik tulisannya...makasih udah share ya
menarik postingannya...
Poskan Komentar