Lirik Lagu Selamat Untukmu Album Ternyata (1989) KATARA SINGERS

Katara Singers
“Selamat Untukmu” lagu yang dibawakan Katara Singers (Deddy Hasan, Rika, Nana, dan Andre Hehanussa) grup vokal asal Bandung ini, mungkin tak asing untuk menikmat musik di awal tahun sembilanpuluhan. Termasuk saya juga menyukai beberapa lagu Katara Singers di album Ternyata (1989), seperti lagu: Masa Bodo, Ternyata, Fiesta de Rio, dan Selamat Untukmu.

Untuk mengenang kembali masa muda (jiahh pemuda jadul, ternyatah … yahhh). Di bawah ini saya arsipkan lirik lagu Selamat Untukmu:

SELAMAT UNTUKMU
Cipt: Erwin Gutawa, Harry Kiss
Album: Ternyata (1989), KATARA SINGERS
Produksi: Midilab Production & Aquarius

Mentari pagi ini
berseri menyambutmu
Tak terasa hari ini
tambah satu usiamu

Tahun t'lah berganti
usiapun menyusuri
jelang waktu yang terus berlalu

Harapku kau bahagia
di hari milikmu
Dan semoga tahun ini
mengawali sinarmu

Indah...
kan seindah nirwana
nan seputih kasih
Hening...
sebening sinarmu

Kupersembahkan lagu ini
s'lamat untukmu
Semoga kau bahagia slalu...

Harapku kau bahagia
di hari milikmu
Dan semoga tahun ini
mengawali sinarmu

Indah...
kan seindah nirwana
nan seputih kasih
Hening...
sebening sinarmu

Kupersembahkan lagu ini
s'lamat untukmu
semoga kasih slalu bersamamu

Lupakan duka
gapai citamu
doaku bersamamu slalu

Sikap dewasa
menanti di jalanmu kini
bekal kehidupan nanti

Kupersembahkan lagu ini
s'lamat untukmu
semoga kasih slalu bersamamu

Lupakan duka
gapai citamu
doaku bersamamu (denganmu)

Kuucapkan s'lamat untukmu
gapai citamu
semoga kau bahagia

Bagaimana Sobat jadul masih mengingat/menikmati lagu-lagu Katara Singers grup vokal asal Bandung ini? Tempo hari saya sempat lihat di youtube ada beberapa lagu juga liriknya.

Oh iyah tak lupa buat yang hari ini (10 November) tambah satu usia. Semoga selalu diberi sehat oleh Sang Pencipta.

salam

Lagu Enam Album Hijau Iwan Fals (1992)

Lagu Enam Album Hijau Iwan Fals (1992)
cover album hijau
Lagu Enam merupakan salah satu lagu di kantung album Hijau Iwan Fals produksi Pro Sound (1992). Lagu yang berkisah tentang kerinduan dan lebih dekat dengan kegelisahan seseorang akan bentuk dan jenis mainannya semasa kecil dulu.

Lirik “Lagu Enam” yang saya simpan di arsip kula, untuk mengenang kembali kaulinan/mainan lawas seperti: kuda-kudaan maupun bedil-bedilan (senjata) dari pelepah pisang/palapah cau. Sekaligus menjadi sebuah kekhawatiran. Menurut sumber: komunitas pemerhati kaulinan barudak, kaulinan barudak/permainan anak-anak khususnya di Jawa Barat banyak yang telah punah.

Di bawah ini lirik lagunya:
Lagu Enam

Kemana perginya mainanku ?
Mobil mobilan dari kulit jeruk
Kuda kudaan dari pelepah pisang
Entah kemana perginya

Sekarang sulit membedakan
Mana mainan mana sungguhan
Semua mahal
Semua harus dibeli di toko toko penggoda hati

Minta ampun harga mainan kini
Ada yang seharga gaji menteri
Terbuat dari plastik maupun besi
Hanya untuk gengsi anak bayi

Tak ada lagi bocah berkreasi
Semua sudah tersedia
Mereka menjadi cengeng dan manja
Kejernihan otaknya pun sirna

Mana mainanku yang dulu ?
Aku ingin melihat bentuknya
Aku ingin mengingat nama namanya
Yang pernah akrab dengan kehidupan ini
Nah begitulah kira-kira ungkapan rasa sono/rindu barudak baheula akan mainan semasa kecil dulu.

salam

Lirik lagu “Ketika Tangan dan Kaki Berkata” (Chrisye 1997)

Chrisye
Chrismansyah Rahadi, seorang mualaf yang terlahir dengan nama Christian Rahadi. Dengan nama populer Chrisye. Banyak lagu yang menjadi hit dibawakan Chrisye, salah satu diantaranya yang berjudul “Ketika Tangan dan Kaki berkata” (lirik Taufiq Ismail. 1997)

Saya jadi teringat kembali, tak lama setelah kepergian Chrisye menghadap Sang Pencipta (30 Maret 2007). Di salah satu TV swasta Nasional menggelar acara mengenang kepergian Chrisye, disela-sela konser karya Chrisye (alm). G.F Damayanti Noor, istri almarhum sempat bercerita, bahwa Chrisye sempat beberapa kali mengulang saat mengambilan suara lagu Ketika Tangan dan Kaki berkata. “Almarhum sangat menghayati dalam membawakan lagu ini (Ketika Tangan dan Kaki berkata), tanpa terasa air matanya berlinang dan tak kuasa meneruskan rekaman”.

Untuk selalu mengingat karya yang sangat menyentuh ini. Saya coba arsipkan kembali lirik lagu Ketika Tangan dan Kaki Berkata, di archive69/arsip kula.

Ketika Tangan dan Kaki Berkata
Lirik : Taufiq Ismail
Lagu : Chrisye

Akan datang hari
Mulut dikunci
Kata tak ada lgi

Akan tiba masa
Tak ada suara
Dari mulut kita

Berkata tangan kita
Tentang apa yang dilakukannya
Berkata kaki kita
Kemana saja dia melangkahnya
Tidak tahu kita
Bila harinya
Tanggung jawab, tiba...

Rabbana
Tangan kami
Kaki kami
Mulut kami
Mata hati kami
Luruskanlah
Kukuhkanlah
Di jalan cahaya
Sempurna

Mohon karunia
Kepada kami
HambaMu
Yang hina


Lagu yang sangat indah ini. Pernah juga jadi soundtrack sinetron religi beberapa tahun kebelakang.

salam

Lirik Lagu “Tuhan Ada Dimana-mana” :: January Christy

January Christy
Apa kabar sobat? Biasa saya menulis kembali hal-hal yang telah lewat, lawas atau jadul, termasuk lirik lagu yang satu ini “Tuhan Ada Dimana-mana” boga-nya January Christy. Lagu Tuhan ada Dimana-mana pertama kali hadir tahun 1986 dalam balutan album Melayang. Tahun 2001 lagu Tuhan ada dimana-mana hadir kembali menghiasi Album Collections January Christy.

Berikut dibawah ini lirik lagu Tuhan ada dimana-mana, yang dibawakan penyanyi wanita kelahiran Bandung yang bersuara khas (berat).

Tuhan Ada Di Mana-Mana
Dodo Zakaria & James F. Sundah

Dalam nikmatnya hidup di dunia
Yang hanya sementara saja
Seringkali kita menjadi lupa
Untuk mengingat Sang Pencipta
Bahkan untuk sebaris do’a

Dan bila langkah terasa gontai
Kehilangan arah tujuan
Serta beban hidup bertambah sarat
Baru kita mulai bertanya
Baru kita mulai mencari

Kuasa Tuhan selalu hadir
Di setiap ruang dan waktu
Dan bagi siapa yang tetap setia
Tuhan ada di dalam diri
Tuhan ada di dalam hati
Tuhan ada di mana-mana

Kuasa Tuhan selalu hadir
Di setiap ruang dan waktu
Di kepahitan yang teramat dalam
Di kesukaan yang tertinggi
Tuhan ada di mana-mana

Tuhan ada di dalam langkah
Tuhan ada di dalam darah
Tuhan ada di dalam hati
Tuhan ada di mana-mana
Tuhan ada dan menyatu di dalam diri.

Bagaimana Sobat pernah dengar lagunya? Salam

Mengenal Sosok Malahayati Lewat Lirik Lagu Iwan Fals di Album Keseimbangan 2010

Keumalahayati
Berawal sekedar mendengar lagu Iwan Fals berjudul Malayahati, didalam lagu tersebut ada bait ...Dari tanahmu hei Aceh/Lahir perempuan perkasa... Timbul penasaran dan rasa keingintahuan lebih tentang sosok yang ada di dalam lagu itu. Akhirnya didapat sumber yang mengisahkan perempuan perkasa ini, diantaranya:

Malahayati, adalah salah seorang perempuan pejuang yang berasal dari Kesultanan Aceh. Nama aslinya adalah Keumalahayati. Ayah Keumalahayati bernama Laksamana Mahmud Syah. Kakeknya dari garis ayahnya adalah Laksamana Muhammad Said Syah putra dari Sultan Salahuddin Syah yang memerintah sekitar tahun 1530-1539 M. Adapun Sultan Salahuddin Syah adalah putra dari Sultan Ibrahim Ali Mughayat Syah (1513-1530 M), yang merupakan pendiri Kerajaan Aceh Darussalam. [wikipedia]

Kisah kepahlawanan Keumalahayati dimulai ketika terjadi pertempuran laut antara armada Portugis versus armada Kerajaan semasa Pemerintahan Sultan Alaiddin Riayat Syah Al Mukammil. Armada Aceh dipimpin sendiri oleh Sultan dan dibantu dua orang Laksamana. Pertempuran dahsyat yang terjadi di Teluk Haru tersebut berakhir dengan hancurnya armada Portugis, sedangkan di pihak Aceh, kehilangan dua orang Laksamana dan 1000 (seribu) prajuritnya gugur. Salah seorang Laksamana yang gugur dalam pertempuran di Teluk Haru itu, adalah suaminya Keumalahayati yang menjabat sebagai Komandan Protokol Istana Darud-Dunia. Adapun nama suami Keumalahayati yang ikut terbunuh dalam pertempuran tersebut belum dapat diketahui dengan pasti. Kemenangan armada Selat Malaka Aceh atas armada Portugis disambut dengan gembira oleh seluruh rakyat Aceh Darussalam. Begitu pula Keumalahayati merasa gembira dan bangga atas kepahlawanan suaminya yang gugur di medan perang. Walaupun dirinya bangga, ia juga geram dan marah pada Portugis. Maka tidak mengherankan jika ia ingin menuntut balas atas kematian suaminya dan bersumpah akan terus memerangi Portugis. Untuk melaksanakan niatnya, ia mengajukan perrnohonan kepada Sultan Al Mukammil untuk membentuk armada Aceh yang prajurit-prajuritnya semua wanita-wanita janda, yang suami mereka gugur dalam pertempuran Teluk Haru.

Pada masa kekuasaannyalah kerajaan Aceh mencapai zaman keemasannya. Selanjutnya mengenai kematian Laksamana Keumalahayati belum dapat diketahui karena memang belum ada data atau petunjuk yang menerangkan kematiannya. Walaupun kelahiran dan kematiannya masih menjadi misteri, namun sepak terjang dan kepahlawanannya pantas dicatat dalam lembaran sejarah Aceh dengan tinta emas.

Sebagai bentuk penghargaan terhadap perjuangannya, sebuah serial bertajuk “Laksamana Keumalahayati” telah digarap dengan sutradara Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Adhyaksa Dault. Serial ini berisi 13 episode. Episode perdananya telah diputar di Blitz Megaplex (10 November 2007). [AcehPedia]

Kurang lengkap bila tak diarsipkan lirik lagunya. Lagu yang mengingatkan akan sosok pejuang negeri ini.

Penyanyi : Iwan Fals
Album : Keseimbangan
Judul lagu : Malahayati

Ketika semua tangan terpaku didagu
Ragu untuk memulai segala yang baru
Lirih terdengar suara ibu
Memanggil jiwa untuk maju

Dari tanahmu hei Aceh
Lahir perempuan perkasa
Bukan hanya untuk dikenang
Tapi dia panglima laksamana jaya
Memanggil kembali untuk berjuang

Dia Perempuan Keumala
Alam semesta restui
Lahir jaya berjiwa baja
Laksamana Malahayati
Perempuan ksatria negeri

Tinggal kubur kini hening sepi menanti
Langkah langkah baru tunas pengganti
Hei Inong Nanggroe bangkitlah berdiri
Ditanganmu kini jiwa anak negeri

Dia Perempuan Keumala
Alam semesta restui
Lahir jaya berjiwa baja
Laksamana Malahayati
Perempuan ksatria negeri


Sumber gambar: AcehPedia