
Tanpa memperhatikan pola makan, para peneliti juga menemukan partisipan dengan asupan kalsium susu tertinggi setara dengan 580 mg kalsium susu, kehilangan 6 kg berat badan pada akhir tahun kedua. Sebagai perbandingan, mereka yang memiliki asupan kalsium susu terendah rata-rata 150 mg kalsium susu, atau kira-kira setengah gelas, rata-rata hanya kehilangan 3,1 kg. penelitian ini dipublikasikan dalam American Journal of Cinical Natrition.
Diluar kalsium peneliti juga menemukan bahan kadar vitamin D pada darah secara bebas mempengaruhi penyusutan berat badan. Kadar vitamin D meningkat pada mereka yang kehilangan lebih banyak berat badan. Penelitian ini juga menegaskan penelitian lain bahwa partisipan yang kelebihan berat badan memiliki kadar vitamin D lebih rendah. Lebih dari 300 pria dan wanita yang kelebihan berat badan , berusia 40 sampai 65 tahun, berpartisipasi dalam penelitian yang mengevaluasi diet rendah lemak, diet alam Mediterania atau diet rendah karbohidrat.
Vitamin D meningkatkan penyerapan kalsium dalam aliran darah dan disamping hamparan sinar matahari bisa diperoleh dari fortified milk (susu yang diperkaya nutrisi), ikan berlemak, dan telur. (Science/Sri)