• rss

Karinding Pendobrak Tradisi “Pingit”

arsip kula|Sabtu, 01 Maret 2014|13.28
fb tweet g+
Karinding Pendobrak Tradisi Pingit
Karinding
ALAT musik karinding awalnya dikenal sebagai alat musik pergaulan di kalangan remaja. Alat musik sebesar jari tengah ini bahkan dianggap sebagai pendobrak tradisi “pingit” yang diberlakukan para orang tua terhadap anak gadis mereka.

Kimung, musisi karinding mengakui, dari sejumlah naskah Sunda diketahui bahwa alat musik karinding cukup erat kaitannya dengan Dewi Padi dan budaya agraris di tanah Pasundan. Bahkan, ia mengungkapkan, banyak yang percaya nama karinding tersebut berasal dari nama seekor binatang penanda air jernih di sawah, yakni kakarindingan.

“Karinding yang dikenal sebagai jenis alat musik lamelafon itu serupa dengan genggong dari Bali, rinding dari Yogyakarta, serupa bahkan seperti jewsharp di Eropa, danmoai/patta di Vietnam, dan murcunga di Nepal”, kata Kimung, Sabtu (30/11/2013) di base camp Common Room, Jalan Muararajeun, Kota Bandung.

Namun, Kimung juga mengatakan, banyak yang percaya alat itu lahir pertama kali di tanah Pasundan. Keberadaan alat musik serupa di berbagai daerah di tanah air dipercaya merupakan serapan atau mengembangan dari karinding yang dimiliki suku Sunda.

“Semua alat musik tersebut dimainkan dengan cara yang sama, tetapi ada juga yang “menyintir” tali ujungnya, seperti genggong dari Bali”, kata Kimung.

Sumber : Hilmi Abdul Halim/*Pikiran Rakyat** Senin, 2 Desember 2013