“Kangkung” Makanan Rakyat dengan Segudang Manfaat

Seperti halnya tahu dan tempe, kangkung sudah menjadi makanan yang sangat dekat dengan masyarakat kita, khususnya di Jawa Barat.
Namun siapa sangka, kangkung yang oleh sebagian kalangan diidentikan dengan makanan rakyat, ternyata punya segudang manfaat

Kangkung Makanan Rakyat dengan Segudang Manfaat
Foto: w.motivasilangsing.com
1. Sakit kepala
Kangkung bisa menghilangkan sakit kepala. Seikat daun kangkung segar direbus dengan 2 gelas air hingga 1 gelas. Kemudian air hasil rebusan tersebut diminum.

2. Mengurangi nyeri haid
Daun kangkung juga dapat mengurangi nyeri haid. Caranya, kira-kira setengah kilogram daun kangkung dicuci dan ditumbuk halus. Tuangkan air setengah gelas, kemudian saring dan tuangkan 1 sendok makan madu. Minum 1 kali sehaeri sekaliuangkan 1 sendok makan madu. Minum 1 kali sehari sekaligus.

3. Mimisan
Bagi anak-anak sering mimisan, dapat diobati dengan daun kangkung. Seikat daun kangkung yang segar dicuci dan ditumbuk halus. Tambahkan sedikit gula dan seduh dengan segelas air panas. Setelah dingin, saring, minum dua kali sehari.

4. Ambeien
Segenggam akar kangkung dicuci dan direbus dengan tiga gelas air hingga tersisa setengahnya. Setelah dingin, minum setengah gelas dua kali sehari.

5. Insomnia
Jika sulit tidur atau insomnia, daun kangkung sering dikonsumsi dengan cara ditumis tanpa batang. Tumisan daun kangkung merupakan obat mujarab pada penyakit ini.

6. Sakit gigi
Segenggam akar kangkung ditambahkan setengah senduk teh cuka, kemudian direbus dengan satu gelas air. Minum air rebusannya satu kali sehari.

7. Melancarkan air seni
Juka buang air seni Anda terganggu, atasi dengan segenggam akar kangkung direbus dengan dua gelas air hingga tersisa satu gelas. Minum air rebusannya sekaligus satu kali sehari.

8. Menghilangkan ketombe
Seikat daun kangkung direndam semalam hingga airnya berwarna kebiruan. Lalu, keramas dengan air rendaman. Sebaiknya dilakukan tiap hari.

Selain itu, seperti dikutip dari Manfaat.co.id, tanaman kangkung juga memiliki manfaat lain yang tidak kalah pentingnya yakni:

1. Mencegah anemia
Kangkung mengandung zatt besi yang dapat merangsang produksi sel darah merah dalam tubuh.

2. Pencegahan diabetes
Mengomsumsi kangkung menghasilkan zat-zat yang mampu menghambat penyerapan gula pada tubuh. Jadi Anda mungkin tidak terlalu khawatir jika memakannya dengan nasi.

3. Menambah kualitas otak
Dengan kandungan vitamin B kompleks dan omega 3, membantu kinerja otak lebih baik, sehingga sayur kangkung sangat baik dihidangkan pada anak-anak yang dalam masa pertumbuhan.

4. Kesehatan jantung
Kangkung memiliki nutrisi penting dan kandungan yang cukup tinggi vitamin A dan C, serta beta-karoten, yang dapat membantu mengurangi radikal bebas di tubuh sehingga dapat membantu mencegah kolesterol yang teroksidasi. Folat yang terkandung dapat membantu untuk mengonversi bahan kimia yang berpotensi berbahaya yang disebut homosistein, yang pada tingkat tinggi dapat menyebabkan serangan jantung atau stroke.

5. Menjaga sistem imun
Sayuran hijau salah satu sumber sayuran yang dapat menjaga sistem imun dan meningkatkan kekebalan tubuh manusia.

6. Sangat baik untuk mata
Pada kangkung terdapat kandungan vitamin A, karotenoid, dan lutein. Ketiga kandungan vitamin dan mineral ini dapat membantu menjaga kesehatan mata. Selain itu, zat ini dapat membantu mencegah katarak

Sumber: Ahmad Yusuf/*Pikiran Rakyat** Rabu, 17 Desember 2014

Mengobati Radang dengan Sambiloto

SIAPA yang tak kenal radang? Penyakit ini dapat menyerang siapa saja tanpa mengenal status dan usia. Penyebabnya bisa bermacam-macam, mulai dari luka makanik, terbakar, infeksi mikroba, dan rangsangan lainnya yang dapat mencederai tubuh.

 Mengobati Radang dengan Sambiloto
Foto: sambiloto.org
Proses radang dapat meliputi perubahan pada aliran darah atau kerusakan jaringan, yang disertai pembentukan mediator radang. Yang disebut dengan mediator radang adalah antara lain prostaglandin, asam hidroksi eikosa tetra enoat (atau disingkat HETE), dan leukotrien.

Pembentukan mediator radang ini dikatalisis oleh beberapa enzim yaitu fosfolipase, siklooksigenase, dan lipooksigenase. Gejala radang bisa diamati atau dirasakan melalui (1) adanya nyeri di tempat terjadinya radang; (2) warna kemerahan yang disebabkan oleh pembuluh kapiler terisi oleh darah lebih banyak daripada normalnya; (3) pembengkakan yang disebabkan oleh berkumpulnya cairan; (4) panas yang disebabkan oleh banyaknya darah di tempat radang terjadi.

Antiradang sintetik
Pada umumnya radang dapat diredakan dengan obat antiradang, yang biasa disebut obat AINS atau antiinflamasi non-steroid. Obat jenis AINS bekerja mengurangi radang melalui mekanisme penghambatan enzim siklooksigenase. Siklooksigenase adalah enzim yang berperan membantu dan mempercepat pengubahan asam araksidonat menjadi prostaglandin.

Prostaglandin inilah sang mediator radang. Jika prostaglandin tidak terbentuk, maka radang tidak terjadi. Atau dengan kata lain, apabila kita dapat menemukan cara untuk menekan atau menghambat bekerjanya enzim siklooksigenase, maka asam arakidonat tidak akan berubah menjadi prostaglandin, dan radang akan berkurang atau sembuh.

Di dalam tubuh kita, ada dua jenis enzim siklooksigenase. Yang pertama adalah enzim siklooksigenase normal atau bersifat konstitutif. Enzim jenis ini dinamakan COX-1. Enzim ini berada di dalam tubuh normal sehat dan berperan membentuk prostaglandin untuk melindungi dinding lambung dari sifat korosif asam lambung.

Jenis kedua adalah enzim siklooksigenase terinduksi, yang dinamakan COX-2. Enzim jenis ini hanya muncul jika ada rangsangan pencedera tubuh dan menyebabkan radang.

Salah satu contoh obat AINS, misalnya asam asetil salisilat. Obat ini sangat banyak digunakan serta mudah didapatkan di apotek bahkan toko swalayan. Asam astil salisilat yang menghambat bekerjanya kedua jenis enzim siklooksigenase di atas, mengakibatkan lambung tidak ada yang melindungi lagi.

Memang benar obat ini dapat mengurangi radang, tetapi juga menyebabkan nyeri pada lambung. Penggunaan obat ini secara berulang dapat mengakibatkan efek samping luka pada lambung.

Antiradang dari alam
Nenek moyang kita terkenal dengan ketekunannya mempelajari dan menemukan obat dari alam. Telah diketahui bahwa untuk mengobati luka bengkak karena gigitan serangga atau karena luka mekanik, nenek moyang kita menggunakan tanaman sambiloto. Biasanya daun tanaman itu direbus dengan air, lalu air rebusannya diminum. Cara lain adalah dengan menumbuk daun sambiloto dan tumbukan itu dikompreskan pada bengkak.

Sambiloto, nama latinnya Andrographis paniculata, merupakan tanaman obat dari suku Acanthaceae, yang tumbuh dengan baik di Indonesia terutama di daerah dengan ketinggian 1-700 meter di atas permukaan laut. Tanaman ini, yang juga banyak tumbuh di daerah Asia, terutama di India dan Tiongkok, telah berhasil menarik minat banyak peneliti untuk menlaah khasiatnya. Banyak sekali khasiat tanaman ini, antara lain antikanker, antidiabetes, antimikroba, antiradang, dan masih banyak lagi.

Di dalam tanaman sambiloto banyak terkandung senyawa-senyawa kimia. Kandungan utama tanaman sambiloto adalah andrografolid. Andrografolid ini merupakan senyawa aktif dan komponen utama yang pertama kali diisolasi dalam bentuk murninya oleh Gorter pada tahun 1911.

Senyawa ini memiliki raa sangat pahit sehingga tanaman sambiloto sering kali dinamakan king of bitter. Selain andrografolid. Fujita peneliti dari Jepang, telah mengisolasi beberapa senyawa yang struktur kimianya menyerupai andrografolid, yaitu 14-deoksiandrografolid, 14-deoksi-11-oksioandrografolid, dan neoandrografolid dari tanaman sambiloto.

Hasil penelitian
Khasiat antiradang sambiloto telah diteliti oleh penulis (Jutti Levita), dan ternyata terbukti bahwa senyawa utama tanaman ini, yaitu andrografolid, dapat menghambat ekspresi enzim siklooksigenase COX-2 pada sel fibroblast manusia yang diinduksi dengan lipopolisakarida. Awalnya sel tersebut diberi lipopolisakarida (suatu protein penyebab demam, yang diisolasi dari bakteriE coli, kemudian sel diinkubasi dengan larutan andrografolid berbagai konsentrasi.

Keesokan harinya, jumlah prostaglandin yang terbentuk diukur dengan spektrofotometer. Hasil penelitian menunjukan bahwa andrografolid dapat menurunkan produksi prostaglandin, atau dengan kata lain, andrografolid menghambat sekspresi enzim COX-2 (hasil penelitian ini telah dipublikasikan di Journal of Applied Sciences, Volume 10 No.14, 2010). Jenis penghambatan oleh andrografolid ini lebih lemah daripada yang diberikan oleh asam asetil salisilat.

Penghambatan enzim siklooksigenase COX-2 oleh andrografolid dibuktikan lebih lanjut melalui simulasi komputasi. Selanjutnya, juga dityelaah perilaku andrografolid di dalam tubuh hewan mencit (hasil penelitian ini telah dipublikasikan di Majalah Formasi Indonesia, Volume 21 No.4, 2010).

Penelitian dilanjutkan pada hewan kelinci sehat normal yuang diberi air rebusan tanaman sambiloto (hasil penelitian ini telah dipublikasikan di Indonesia Journal of Pharmacy, Volume 25 No.3, 2014)

Dari data beberapa hasil penelitian di atas, dapat disimpulkan bahwa tanaman sambiloto dapat digunakan untuk mengurangi radang. Ini adalah obat alternatif yang relatif aman dan murah. Sambilotonya dapat ditanam di pekarangan rumah. Hanya, masih harus diteliti lebih lanjut mengenai dosis yang tepat.***

Sumber: Jutti Levita, dosen dan peneliti Departemen Analisis Farmasi dan Kimia Medisinal Fakultas Farmasi Universitas Padjadjaran/*Pikiran Rakyat* Kamis, 27 November 2014

LEUNCA dan TAKOKAK: Tanaman Sejenis dengan Manfaat Serupa

SEBAGAI orang Indonesia, terlebih apabila hidup di lingkungan suku Sunda, tentu kita familier dengan tumbuhan leunca. Di rumah makan Sunda, dengan mudah dapat ditemukan buah leunca disajikan senbagai lalapan bersama daun salada, kacang panjang, mentimun, dan daun surawung.

Dirumah makan Sunda juga umumnya kita dapat memesan menu olahan leunca yang disajikan bersama ulekan cabai rawit merah, kencur, bawang putih, gula merah, dan terasi bakar yang kita sebut dengan karedok leunca. Ataupun dengan menumis leunca bersama oncom dan jadilah ulukutek leunca yang menggoda. Rasa pedas dari cabai rawit dan oncom ditambah sedikit sensasi pahit dan segar dari buah leunca tepat untuk dijadikan lauk pelengkap makan siang ataupun malam. Jadi, sebagai orang Indonesia, khususnya orang Sunda tentu kita akrab dengan nama leunca. Akan tetapi, seringkah kita mendengar tentang kembarannya, yaitu takokak?

LEUNCA dan TAKOKAK: Tanaman Sejenis dengan Manfaat Serupa
Takokak, Leunca (foto: Google)

Sepintas sulit membedakan kedua tumbuhan ini, karena leunca (Solanum nigrum L.) dan takokak (Solanum torvum Sw) memiliki kemiripan secara fisik sehingga keduanya digolongkan sebagai famili yang sama yaitu Solanaceae). Buahnya pun sekilas terlihat sama dengan bentuk bulat berwarna hijau ketika masih muda sehingga mungkin saja kita tidak mengenalinya apabila hanya terdapat satu jenis di depan kita. Namun, apabila kita membandingkannya bersamaan terdapat beberapa perbedaan.

Kulit buah takokak sedikit lebih tebal dibandingkan dengan buah leunca, begitu pula daun takokak lebih besar dibandingkan daun leunca. Batang takokak sedikit berduri sementara batang leunca tidak berduri. Apabila keduanya dimakan, barulah akan terasa perbedaan rasanya. Leunca seperti yang kita tahu memiliki rasa pahit dengan sedikit manis yang segar. Sementara itu, takokak memiliki rasa yang lebih pahit sehingga jarang ditemui sebagai masakan.

Kalau leunca umumnya ditemui sebagai pengan masyarakat Sunda, takokak mungkin tidak begitu umum dijumpai. Takokak banyak digunakan sebagai tambahan pada sayur gulai singkong di Sumatra Utara. Di daerah Sunda, pemanfaatan takokak contohnya di daerah kampung Gunung Leutik di Kacamatan Ciampea, Bogor digunakan dengan cara dimasak sebagai sayur dan dimakan langsung tanpa di olah.

Sayangnya, dari segi pemanfaatan, takokak masih kalah dibandingkan dengan leunca. Bakhan di Kampung Gunung Leutik, banyak tumbuhan takokak yang sudah ditebang dan tidak diurus dengan baik. Hal ini karena tempat tumbuhnya yang liar, lalu khasiatnya yang tidak banyak terdokumentasikan dan terpublikasikan secara empiris sehingga masyarakat menganggapnya sebagai tumbuhan pengganggu yang kurang menguntungkan. Padahal, ditinjau dari segi farmakologis keduanya memiliki kandungan kimia yang hampir sama khasiatnya.

Tanaman leunca sudah digunakan sebagai obat-obatan sejak 2000 tahun yang lalu. Tanaman leunca bisa digunakan sebagai obat untuk gatal-gatal dan luka bakar. Sejak dahulu kala, di Tiongkok leunca sudah dimanfaatkan sebagai antibakteri, diuretik, dan penurun demam. Di India, daun leunca digunakan untuk mengobati inflamasi dan penyakit kulit.

Tandon dan Rao pada tahun 1974 melaporkan bahwa buah dan jusnya dapat menyembuhkan penyakit perut dan demam sedangkan tunasnya dapat digunakan untuk penyakit kulit. Selain itu, bunga dan daunnya dapat digunakan sebagai penurun panas dan melawan efek overdosis dari alkohol. Daunnya yang dijus dapat digunakan sebagai obat cacing, nyeri pada sendi, serta sakit telinga.

Sementara itu, pada tahun 2005, Kala menyatakan bahwa takokak memiliki efek sedatif (mengantuk) dan diuretik. Daunnya digunakan sebagai penghenti pendarahan. Buahnya tidak hanya digunakan untuk memenuhi kebutuhan nutrisi, melainkan juga jamu dari buah tersebut sangat efektif untuk pengobatan batuk, penyakit hati dan limpa. Buah yang matang juga dapat digunakan sebagai sediaan tonik rambut, penambah darah, juga sebagai analgesik.

Ekstrak methanol dari buah dan daunnya dilaporkan memiliki aktivitas antimikroba. Arthan pada tahun 2002 menyatakan, buah takokak memilikisenyawa isoflavonoid sulfat yang memiliki aktivitas sebagai steroid. Takokak juga menunjukkan aktivitas antioksidan dan kemampuan memperbaiki DNA akibat radikal bebas. Ndebia pada tahun 2007 juga menyatakan bahwa ekstrak air dari takokak terbukti memiliki efek antiinflamasi dan analgesik.

Secara empiris di Ghana, Afrika Barat, para wanita yang baru saja melahirkan umumnya diberikan buah takokak untuk membantu mengembalikan vitalitas tubuhnya. Meski tidak terdokumentasikan secara ilmiah, dapat diamati bahwa wanita-wanita tersebut mampu menunjukan perbaikan kondisi kesehatan yang menunjukkan adanya korelasi terhadap peningkatan sistem daya tahan tubuh.

Peneliltian terakhir yang dilakukan oleh Syamsudin dan Hanggoro pda tahun 2014 menunjukkan bahwa memang terdapat ektivitas imunostimulan atau efek meningkatkan sistem daya tahan tubuh dari ekstrak etanol buah takokak dan ekstrak kering buah leunca. Mungkin inilah yang menjadi alasan di balik mitos orang Sunda yang konon tubuhnya lebih sehat dan tidak mudah terkena penyakit akibat mengonsumsi lalapan terus menerus.

Para leluhur tanah Sunda telah mewariskan kearifan lokal yang luar biasa banyaknya baik dari segi sosial, budaya, hingga kesehatan. Buah leunca dan takokak yang merupakan penganan turun-temurun pun rupanya menyimpan nilai-nilai kearifat yang sangat banyak khasiatnya. Sudah selayaknya tugas kita sebagai generasi penerus untuk mempelajarinya lalu menjaga agar warisan tersebut tidak punah.

Sumber: Aldizal Mahendra, mahasiswa Program Studi Apoteker Fakultas Farmasi Universitas Padjadjaran, dari berbagai sumber/*Pikiran Rakyat** Kamis, 4 September 2014

Puasa dan Detoksifikasi Alami

Puasa dan Detoksifikasi Alami
SALAH satu manfaat puasa yang kerap menjadi perhatian para ahli gizi serta kedokteran adalah terjadinya proses detoksifikasi tubuh selama puasa berlangsung. Detoksifikasi adalah proses normal tubuh mengeluarkan racun-racun melalui ginjal, paru-paru, hati, pankreas, serta kulit.

Proses detoksifikasi itu berlangsung, yaitu ketika puasa, di saat tubuh tidak mendapatkan asupan makanan dari luar, tubuh mulai merombak lemak untuk diubah menjadi energi. Pada proses ini, racun-racun yang bertumpuk di dalam lemak tubuh, mulai dieliminasi seiring organ-organ tubuh dan hormon-hormon tubuh berproses mengubah lemak menjadi energi.

Walaupun sesungguhnya tubuh kita mempunyai kemampuan untuk mengeliminasi zat-zat racun yang masuk ke dalam tubuh, namun proses tersebut akan jadi tidak efektif selama tubuh masih mendapat asupan racun lewat makanan. Saat berpuasa proses tubuh mengeliminasi racun akan berjalan lebih efektif karena organ-organ pencernaan tubuh tidak menerima tambahan asupan racun yang bisa masuk lewat makanan, selama kurang lebih 13 jam.

Organ pencernaan pun akan bersih, tidak terjadi kontak dengan racun dalam makanan yang biasanya memenuhi organ-organ ini, karena setelah bekerja 8 jam memproses makan sahur, organ-organ pencernaan istirahat. Dengan istirahatnya organ-organ pencernaan, kerja organ lain seperti hati, ginjal, pankreas, paru-paru dan kulit dalam mengeluarkan racun bisa lebih efektif.

Bahan beracun yang masuk ke tubuh kita bersama makanan bisa bersumber dari hal:
  1. Secara alami terdapat di dalam makanan itu sendiri seperti antitrypsin asam jengkolat pada jengkol, atau hermaglutinin pada kacang-kacangan mentah.
  2. Akibat reaksi-reaksi kimia dari komponen pangan yang terjadi selama proses pengolahan dan penyimpanan. Seperti akrilamida, zat karsinogen yang terbentuk saat bahan pangan berubah warna jadi coklat tua hingga gosong, atau mutasi dari bahan makan yang asalnya tidak berbahaya, karena salah dalam perlakuan proses memasak maka bermutasi menjadi bahan pangan berbahaya, seperti monosodium glutamat (MSG) yang akan berubah struktur menjadi senyawa karsinogen jika dipanaskan melampaui 120°C.
  3. Akibat penambahan senyawa tertentu selama proses pengolahan pangan, misalnya penggunaan bahan tambahan pangan (food additives) secara berlebihan, atau bahkan menggunakan bahan kimia bukan untuk makanan yang membahayakan kesehatan tubuh.
  4. Akibat migrasi senyawa beracun dari wadah/kemasan ke dalam makanan, seperti monomer dari plastiok atau logam-logam berat yang biasa terkandung dalam kemasan makanan-makanan tertentu.
  5. Akibat kontaminasi dari lingkungan yang tidak sehat, berupa kontaminasi senyawa kimia yang beracun atau mikroba penghasil racun.

Jika tubuh kita selama 9 bulan (di luar bulan Ramadan) terus menerus memperoleh asupan bahan makanan yang mengandung toksik, maka unsur-unsur toksik tersebut menjadi bahan berat bagi tubuh, tubuh dipaksa bekerja ekstra untuk mengeluarkan racun-racun tersebut. Akibatnya, daya tahan tubuh pun melemah, sehingga kita mudah diserang berbagai penyakit.

Lain halnya saat kita berpuasa, kerja tubuh membersihkan racun di siang hari tidak dibebani lagi oleh asupan makanan lain, sehingga proses pemecahan lemak yang mengandung racun-racun terperangkap bisa berlangsung optimum. Bahkan kandungan vitamin-vitamin yang berlebih yang terperangkap dalam lemak tubuh seperti vitamin A, D, E, dan K, juga dapat ikut terbuang.

Mekanisme proses detoksifikasi tubuh melalui puasa satu bulan ini, berlangsung terus menerus secara perlahan-lahan, sehingga menyebabkan naiknya daya tahan tubuh, yang ditandai oleh naiknya HDL (kolesterol baik) dan menurunnya LDL (kolesterol jahat), aliran darah menjadi lancar, menyebabkan proses-proses regenerasi sel dan peremajaan organ-oragan tubuh pun berlangsung lancar.

Saat berpuasa, tubuh mendapat asupan karbohidrat, sehingga proses pembakaran karbohidrat yang melibatkan oksigen pun tidak berlangsung. Ini berarti tubuh terbebas dari radikal-radikal bebas yang biasanya timbul sebagai hasil samping pada proses pembakaran karbohidrat bersama oksigen. Terbebasnya tubuh dari radikal bebas aakan membuat ringan kerja tubuh melangsungkan proses-proses detoksifikasi tubuh.

Beberapa studi medis menunjukkan, puasa juga bermanfaat untuk mengendalikan pertumbuhan jaringan yang abnormal pada tubuh, seperti tumor. Tumor menjadi kekurangan nutrisi, sehingga menjadi lemah, akan lebih mudah bagi tubuh untuk memecahnya, dan mengeluarkannya dari tubuh. Hilangnya beban toksik dan radikal-radikal bebas yang mengganggu, memungkinkan tubuh untuk memanfaatkannya sumber daya di dalam tubuh, untuk fokus pada pembangunan kembali hingga ketingkat mikroskopis seperti DNA dan RNA. Proses DNA dan RNA mentranskripsikan protein menjadi lebih cepat.

Selain mengaktifkan tubuh untuk memecah lemak, puasa pun dapat mengaktifkan hormon-hormon positif penunjang metabolisme tubuh menjadi lebih berperan secara optimal.

Sumber: Y Zakiah A, alumnus FMIPA Unpad /*Pikiran Rakyat**, Kamis 26 Juni 2014

Berpikir Positif, Turunkan Berat Badan

Memiliki berat badan ideal, hampir menjadi impian semua orang, terutama kaum hawa. Diet yang ketat dan olah raga secara teratur menjadi alternatif dalam usaha pencapaian berat badan yang ideal. Walaupun kedua hal tersebut memiliki bukti yang cukup signifikan, tahukah anda bahwa pikiran yang positif juga bisa membantu menurutkan berat badan? aspek-aspek di pikiran seperti cara berpikir, juga bertindak, dapat menimbulkan emosi yang ternyata dapat memengaruhi tubuh.

Berpikir Positif, Turunkan Berat Badan
SECARA psikologi, elemen vital dalam upaya menurunkan berat badan adalah mengenali dan kompromi dengan pikiran adna. Sebelum mulai menurutkan berat badan, ubahlah dulu pola pikir (mindset) Anda. Anda harus memiliki motivasi dan optimisme dan harus memiliki pikiran yang positif terhadap tubuh Anda. Berpikir positif membuat kita fokus pada hyal-hal positif sehingga emosi kita akan tenang, perasaan kita pun akan bahagia. Saat keadaan emosi kita tenang dan bahagia, tubuh akan mengeluarkan hormon leptin.

Hormon leptin adalah protein yang ada di dalam sel lemak yang kemudian disirkulasi melalui aliran darah ke seluruh tubuh dan otak. Hormon ini adalah sinyal dari sel lemak kepada otak yang menyatakan mereka siap bekerja. Saat otak menerima sinyal bahwa sel lemak sudah siap dibakar menjadi sumber energi, bagi tubuh, hal tersebut diartikan sebagai waktunya melakukan proses metabolisme.

Dalam keadaan normal, leptin akan membuat tubuh memproduksi energi sesuai kebutuhan tubuh, yaitu lewat asupan makanan sesuai kebutuhan. Saat perut sudah cukup terisi makanan yang dibutuhkan, leptin akan mengirimkan sinyal ke otak untuk menghentikan proses makan. Otomatis badan kita proporsional karena makan sesuai kebutuhan.

Namun, dalam kondisi tidak normal (kondisi khusus), otak justru tidak bisa membaca sinyal apa-apa ketika kadar leptin sudah berlebihan. Situasi ini dinamakan resistensi leptin.

Kondisi resistensi leptin ternyata ditemukan pada bebera orang dengan status obesitas. Jumlah leptinnya banyak, tetapi otak tidak dapat membacanya sebagai tanda berhenti makan. Akibatnya, otak mereka tidak dapat mengendalikan nafsu makan sehingga menimbulkan terjadinya obesitas.

Agar sistem hormonal tubuh kita dapat berjalan sebagaimana mestinya, diperlukan tindakan-tindakan preventif. Karena, tidak ada pil ajaib yang bisa menggantikan kerja alami tubuh. Untuk itu, diperlukan perubahan pola pikir(mindset) untuk selalu berpikir positif agar terlahir kebiasaan-kebiasaan (gaya hidup) yang positif. Seperti, berpikir logika bahwa insulin kita tidak naik, diperlukan tindakan menjauhi/mengatur asupan makanan atau minuman berkadar gula tinggi.

Menjaga agar trigliserida dalam darah tetap normal (hal ini bisa dikonsultasikan pada doktor ahli), sebab trigliserida yang tinggi akan mengacaukan distribusi leptin sampai ke otak. Tindakan positif juga bisa berupa banyak mengomsumsi makanan berserat tinggi, sebab serat adalah bahan baku utama bagi metabolisme tubuh untuk mengirimkan sinyal pada otak bahwa meraka bekerja dalam status cukup energi. Mengatur waktu tidur agar manfaat istirahat bisa diperoleh secara optimal oleh tubuh.

Dengan berpikir dan bertindak positif, bukan hanya hormon leptin yang akan terjaga, hormon-hormon lain pun yang berperan dalam metabolisme tubuh akan terjaga. Dengan demikian, tubuh langsing proporsional otomatis akan kita dapatkan.

Lain halnya jika kita tidak bisa mengendalikan pikiran kita sehingga acapkali berpikir neganif, emosi dan perasaan kita akan tertekan (stres). Saat kondisi stres, tubuh akan mengeluarkan hormon kortisol.

Semakin kita berpikir negatif, semakin stres pikiran dan perasaan kita, semakin meningkat pula kadar hormon kortisol dalamtubuh kita. Dengan kadar kortisol yang tinggi, kita akan sulit berkonsentrasi terhadap sesuatu hal, daya ingat kita menurun. Akibatnya, kita jadi kita sering berbuat salah.

Kortisol juga menghambat upaya npemeliharaan dan perbaikan tubuh sehingga secara tidak langsung kortisol mempercepat proses penuaan (penuaan dini). Kekebalan tubuh pun ikut dipengaruhi, kita jadi mudah terinfeksi. Dan yang paling mengganggu program pelangsingan tubuh yaitu potensi dari kortisol yang mampu menggiring lemak ke daerah perut, pundak dan wajah, serta mempengaruhi proses pembentukan otot.

Itulah sebabnya, mengapa orang-orang gemuk yang rajin berolahraga tetapi tetap “memelihara” pikiran-pikiran negatif, tetap berpenampilan buncit. Hal ini disebabakan olahragayang dilakukan tidak bisa mengubah lemak menjadi otot-otot karena adanya pengaruh kortisol yang menggangu proses-proses pembentukan otot. Ketika banyak kortisol diproduksi, jaringan otot Anda akan rusak, sebab asam amino dari protein otot anda sedang dikonversi menjadi glukosa untuk energi.

Kebiasaan hormon kortisol pun lain dengan hormon pada umumnya, sedangkan hormon yang lain julmahnya akan menururt seiring pertambahan usia, hormon kortisol justru jumlahnya akan naik seiring dengan pertambahan usia. Jadi, betul-betul diperlukan tindakan-tindakan menyiasati timbulnya hormon kortisol secara berlebihan. Siata-siasat ini bisa lahir dari pemikiran-pemikiran yang postif.

Sumber: Y Zakiah A, alumnus FMIPA Unpad/*Pikiran Rakyat* Kamis, 10 April 2014

Penyakit-penyakit Aneh di Dunia

BANYAK penyakit langka terjadi di dunia ini. Berbagai pengobatan dilakukan, tapi hasilnya tak seketika menyembuhkan penyakit itu. akibat panyakit langka itu, si penderita mesti rela jadi bulan-bulanan cemoohan orang-orang di sekitarnya. Berikut beberapa penyakit langka yang ada di Dunia.

"Progeria"
progeria
foto: google
Penyakit ini ditandai dengan tanda-tanda penuaan pada tahun-tahun awal seseorang. Anak-anak yang mengidap penyakit ini akan tampak seperti orangtua karena penuaan yang 8-10 kali lebih cepat daripada biasanya. Dengan kondisi fisik, penderita progeria cenderung menjalani kehidupan sangat singkat, umumnya hanya 13 tahun. Namun, ada kasus ketika penderita masih bertahan hidup hingga 20 tahun, bahkan 40 tahun.

Penyakit ini pertama kali dipaparkan oleh Jonathan Hutchinson dan Hastings Gilford. Hingga saat ini, baru ada sekitar 100 kasus yang terindentifikasi. Sampai sekarang penyebab penyakit ini masih belum jelas. Namun, beberapa peneliti menyakini progeria terjadi akibat mutasi gen lamin A yang bertanggungjawab terhadap pembentukan protein lamin A dan C.

Ketidakstabilan protein yang kemudian bermutasi yang menyebabkan penuaan dini pada anak-anak penderita progeria. Progeria bukalah penyakit keturunan. Umumnya, anak-anak yang menderita progeria terlihat sangat niormal ketika dilahirkan, namun terjadi tanda-tanda penuaan setelah 12 bulan.

Pada penderita progeria terdapat beberapa tanda khas, seperti gigi busuk, rambut rontok, pembuluh darah di bagian kepala tampak jelas, jaringan lemak dibagian bawah kulit berkurang, bahkan menghilang sehingga kulit terjadi keriput, kuku tak tumbuh sempurna, tapi tumbuh melengkung serta rapuh, bahkan pengeroposan pada tulang.

“Parasitic twin”
Ini adala penyakit tak biasa dari kasus kembar siam. Dalam hal ini, satu janin menjadi sangat kuat, sedangkan lainnya tetap tergantung sepenuhnya pada yang lain. Yang lemah tetap hidup dalam tubuh si kembar yang sehat sepanjang waktu.. hal ini dianggap parasit.

“Agryria syndrome”
Argyria adalah kelainan kulit berwarna biru dan salah satu penyakit yang paling jarang ditemukan pada manusia. Ini adalah kelainan genetik yang menyebabkan kulit berwarna biru, nila, atau bangkan ungu.

Penyakit ini tidak berakibat fatal bagi kesehatan. Usia penderita terbilang panjang. Kebanyakan penderita sindrom ini, bahkan tetap bertahan hidup hingga usia 80 tahun. Kendati demikian, penyakit ini belum ada obatnya.

“Walking corpse syndrome”
Penyakit ini mirip dengan gangguan bipolar dan skizofrenia. Penderita sindrom ini selalu berpikir bahwa ia sudah mati. Tidak ada bayangan lain, selain bahwa dia tyelah tiada.

Pada kondisi yang paling parah, penderita bahkan berpikir telah kehilangan bagian tubuhnya yang vital. Kondisi keijwaannya semakin rapuh. Ia merasa ada bagian jiwanya yang hilang.

“Wendigo psychosis”
Penyakit ini mungkin mirip dengan kondisi yang dialami zombie dalam film-film. Penderitanya selalu merasa ingin memakan daging manusia. Namun, Anda mungkin tidak perlu khawatir karena penyakit ini ternyata hanya diderita oleh suku asli di Amerika dan Kanada di bagian utara Amerika.

Nama Wendigo berasal dari nama monster atau roh jahat yang dipercaya oleh suku-suku di sana. Wendigo yang dikenal dengan nama lain windigo, windago, witiko, dan lainnya merupakan roh jahat yang haus darah dan selalu memakan daging manusia. Wendigo dikenal sebagai moster tamak yang tak pernah berhenti memakan daging manusia.

Manusia yang terkena wendigo psychosis dipercaya telah kerasukan roh jahat Wndigo yang membuat mereka menjadi haus darah dan ingin memakan daging manusia. Biasanya mereka yang dirasuki Wendigo adalah orang orang yang pernah terpaksa memakan daging manusia atau orang normal yang dirasuki lewat mimpi.

Orang yang terkena wendigo psychosis akan mulai berperilaklu kasar, brutal, dan dan dengan rakusnya makan dading manusia, persis seperti moster. Biasanya orang yang terkena Wendigo diobati oleh penyembuh tradisional atau dukun. Namun, terkadang mereka juga memanggil dokter untuk menyembuhkannya.

“Cutis verticis gyrata”
Ini adalah penyakit yang membuat kulit kepala tampak seperti permukaan otak. Menurut studi yang diterbitkan dalam New England Journal of Medicine, kondisi tersebut belum diketahui penyebabnya.

Penyakit langka ini membuat rambut pasien menipis di atas lipatan besar dan menebal di lipatan kecil. Cutis veriticis gyrata sebagaian besar terjadi pada pria.

Sumber: Dewiyatini/*Pikiran Rakyat* Minggu, 22 Desember 2013

Tips Tidur Nyaman dan Cepat di Malam Hari

Tips Tidur Nyaman dan Cepat di Malam Hari
ilustrasi: Google
TIDUR yang cepat, nyaman, dan pulas di malam hari pasti didambakan setiap orang. Dengan kepuasan tidur, kita akan bangun dalam kondisi yang segar pada pagi hari. Namun, ada sejumlah orang yang mengaku sulit untuk tidur. Kami telah merangkumnya dari akun Twitter @blogdokter dan akan membagi beberapa tips tidur untuk Anda, di antaranya:

  1. Kurangi durasi tidur siang, bila anda memiliki kebiasaan tidur siang. Cukup 30 menit atau kurang setiap harinya. Selain itu, tidur dan bangun di waktu yang sama setiap harinya.
  2. Saat akan tidur, biasakan mematikan semua layar gadget, televisi, komputer. Perangkat-perangkat elektronik tersebut dapat memancarkan sinar biru halus yang akan membuat anda selalu terjaga.
  3. Jauhkan jam dari pandangan karena dapat menimbulkan kecemasaan saat tak bisa tidur.
  4. Gunakan bantal yang tidak terlalu tinggi atau rendah. Usahakan leher lurus atau dalam posisi netral.
  5. Agar tidak sakit pinggang, tidurlah miring lalu taruh bantal di antara kedua lutut.
  6. Pastikan seprai, kasur, dan bantal bersih, bebas kotoran, dan kutu. Pastikan juga tempat tidur hanya untuk aktivitas tidur dan berhubungan intim.
  7. Hindari makan dan minum terlalu banyak sebelum tidur. Jauhi juga minuman beralkohol dan rokok. Hindari juga olah raga di malam hari.
  8. Saat anda akan tidur, kosongkan pikiran, jangan memikirkan pekerjaan ketika berada di atas tempat tidur.

Sumber : Dewiyatini/*Pikiran Rakyat* Minggu, 29 Desember 2013

Sekilas Tentang Masuk Angin dan Kerokan

Sekilas Tentang Masuk Angin dan Kerokan
Masuk angin sebetulnya hanyalah gabungan dari beberapa gejala gangguan kesehatan, seperti kedinginan, perut kembung, sekujur badan terasa sakit, rasa mual, diare, berkeringat dingin, bahkan hingga gangguan nafsu makan. Di Barat, masuk angin dikenal sebagai catching cold.

Masuk angin bukan berarti terdapat angin ataupun makhluk halus yang masuk dalam tubuh seperti yang diyakini penduduk di banyak wilayah Asia, tetapi disebabkan terjadinya penyempitan pada pembuluh darah akibat bereaksi dengan udara dingin dan pembuluh darah menjadi kaku. Akibatnya pasokan oksigen ke seluruh tubuh akan berkurang sehingga menimbulkan berbagai gangguan seperti nyeri otot atau pegal-pegal.

Selain itu, suhu tubuh yang turun akan mengakibatkan turunnya daya tahan tubuh dan menjadi rentan akan serangan-serangan virus dan bakteri. Dalam dunia pengobatan modern sendiri belum ada obat yang secara spesifik mampu menyembuhkan penyakit tersebut, sehingga warga lokal di beberapa wilayah Asia menggunakan beberapa metode, salah satunya adalah kerokan.

Di beberapa negara Asia, kerokan cukup pupoler. Di Cina, kerokan dikenal sebagai gua sha, di Vietnam sebagai cao gio, dan di Kamboja sebagai goh kyol. Metode-metode ini memiliki persamaan yaitu menggunakan minyak dan koin untuk digesekkan di punggung sehingga membentuk garis-garis berwarna merah. Nyatanya, persepsi di Cina, Kamboja, dan Vietnam hampir serupa dengan Indonesia bahwa metode ini akan mengusir angin yang mengganggu di dalam tubuh. Hinggga saat ini, belum ditemukan literatur resmi yang memuat asal-asul kerokan. Namun, diperkirakan kerokan menyebar melalui jalur perdagangan pada sekitar abad awal masehi.

Mekanisme kerja metode ini belum dapat dijelaskan secara lengkap. Di Vietnam, dipercaya juga bahwa justru minyaknyalah yang menyembuhkan penyakit tersebut, yaitu Tiger Balm yang merupakan campuran dari mentol, kamfer, minyak kayu putih, minyak tunas cengkeh, dan minyak kasia yang dipercaya memiliki efek terapis pada gejala-gejala tersebut.

Penjelasan ilmiah pada saat ini hanya mampu menelisik beberapa hal saja. Kerokan bekerja dengan cara memperlebar pembuluh darah kulit. Biasanya, digunakan di punggung, dan memecahkan pembuluh darah kapiler di permukaan kulit sehingga pembuluh darah di sekelilingnya akan melebar. Seiring dengan melebarnya pembuluh darah, akan terjadi migrasi sel darah putih yang berfungsi untuk kekebalan tubuh dan akan menyerang antigen-antigen asing di sepanjang daerah migrasinya. Pecahnya pembuhuh darah akan memengaruhi jumlah beberapa senyawa kimia seperti beta endorfin. Beta endorfin akan membuat tubuh terasa nyaman dan berefek candu, sehingga mengakibatkan ketagihan. Selain itu, kerokan juga akan menaikkan suhu tubuh sekitar 0,5 – 2 derajat Celsius, sehingga tubuh terasa hangat kembali.

Namun, kerokan memiliki beberapa bahaya. Kerokan dapat menyebabkan terbukanya pori-pori kulit, sehingga udara dingin akan mudah masuk ke dalam tubuh. Selain itu, senyawa beta endorfin yang dimiliki tubuh akan mengakibatkan efek candu dan akan berbahaya apabila kerokan digunakan terus-menerus karena akan menyebabkan pembuluh darah kapiler pecah dan dikhawatirkan pada akhirnya tidak dapat beregenerasi lagi.

Oleh karena itu, ada beberapa cara yang dapat digunakan untuk menangkal efek samping kerokan tersebut. Pertama, jangan mengunakan kerokan dalam frekuensi yang terlalu sering, agar pembuluh darah yang pecah dapat beregenerasi kembali.

Kedua, gunakan minyak atau salep yang hanyat seperti minyak kayu putih, atau dapat menggunakan campuran minyak kelapa dan irisan bawang merah, dan lainnya yang dapat memberikan efek terapi pada tubuh sehingga walaupun pori-pori kulit terbuka tetapi tubuh tetap terasa hangat.

Sekali lagi penting untuk diingat bahwa setiap mengobatan modern maupun tradisional memiliki kelebihan dan kekurangan tersendiri. Metode pengobatan dikatakan berbahaya atau tidak, tergantung dari kita sebagai penggunannya.

(Sumber: Aldizal Mahendra, mahasiswa Farmasi S-1 Fakultas Farmasi Universitas Padjadjaran / Pikiran Rakyat)

Jantung Sehat Berkat Puasa

Jantung Sehat Berkat Puasa
(foto: Pikiran Rakyat)
Oleh: Budi Imansyah

MENJALANKAN ibadah puasa di bulan Ramadan yang mengharuskan untuk tidak makan, minum, termasuk melakukan perbuatan lain yang bisa membatalkan puasa dari terbitnya fajar hingga terbenamnya matahari sangatlah bermanfaat dalam menjaga kesehatan, baik jasmani maupun rohani. Salah satu manfaat berpuasa bagi tubuh adalah untuk menjaga kesehatan jantung.

Keuntungan ini didapatkan melalui pengendalian berbagai faktor risiko utama dari jantung, seperti tekanan darah tinggi, merokok, dan hiperkolesterolemia (kadar kolesteroil tinggi). Dengan puasa tentunya dapat mencegah penyakit yang timbul akibat dari pola makan yang berlebihan. Sebab, kelebihan asupan gizi (overnutrisi) dari makanan belum tentu baik untuk kesehatan seseorang. Kelebihan gizi bisa mengakibatkan kegemukan yang dapat menimbulkan penyakit degeneratif, seperti: kolewsterol dan trigleserida tinggi, diabetes, jantung koroner dan lain sebagainya.

Menurut penelitian dari Internaouantain Heart Institute dilaporkan bahwa puasa tidaklah hanya menurunkan risiko seseorang dari penyakit arteri koroner dan diabetes, tetapi lebih jauh bisa menghasilkan perubahan yang cukup signifikan pada kadar kolesterol. Tak bisa dipungkiri bahwasanya selama ini penyakit diabetes serta memiliki kolesterol tinggi dikenal sebagai salah satu faktor dario penyakit jantung koroner. Saat ini penyakit jantung koroner masih menajdi penyebab utama kamtian.

Menurut Dr Benjamin d Horne, PhD, MPH, bahwa saat orang menjalankan puasa akan terjadi reaksi metabolisme dalam tubuh. Puasa menyebabkan tubuh merasa kelaparan dan stress sebagai respons maka tubuh pun akan melepaskan lebih banyak kolesterol yang memungkinkan menggunakan lemak sebagai sumber bahan bakar dan bukan glukosa. Kondisi ini akan mengurangi jumlah sel-sel lemak dalam tubuh. Hal ini penting karena sel-sel lemak yang lebih sedikit didalam tubuh akan memperkecil kemungkinan mengalami restensi insulin atau diabetes.

Selain itu, selama menjalankan ibadah puasa kita pun perlu menjaga kesehatan mulut. Saat berpuasa, produksi air liur dalam mulut dan dalam saluran percernaan berkurang sehingga menjadi lebih kering. Akibatnya, bisa timbul “hilitosis” (bau mulut). Bau mulut juga bisa disebabkan penyakit sistemis, sperti; liver, lambung, saluran pernapasan serta ginjal akut. Sementara penyakit gigi dan mulut penyebab timbulnya napas tak segar, diantaranya; gigi berlubang, radang gusi, gingtivis karena karang gigi, perioontitis, dan lain sebagainya.

Sebuah penelitian menyebutkan bakteri Streptococcus gordonni yang hidup pada permukaan gigi, ternyata disinyalir tidaklah hanya memicu terjadinya kerusakan gigi, tetapi bisa menimbulkan beberapa penyakit serius, termasuk jantung.

Disebutkan bahwa saat bersinggungan dengan darah, bakteri irni mengakibatkan terjadinya pembekuan an memprovokasi pengembangan jantung serius, seperti peradangan jantung. Dilansir dari Genius beauty, para peneliti dari Royal College of Surgeon, Irlandia dan university of Brisbol, Inggris telah menemukan bahwa bakteri Streptococcus gordonni dapat menghasilkan molekul. Hal ini yang kemudian memungkinkan bakteri ini meniru fibrinogen protein manusia.

Pada akhirnya, sel yang terlibat dalam pembekuan darak diaktifkan hingga menyebabakan akumulasi baktreri dalam pembuluh darah. Gumpalan darah tersebut menguntungkan bakteri untuk meindunginya dari sistem kekebalan tubuh, serta obat antibiotik yang digunakan untuk melawan infeksio.

Selain itu, bakteri Streptococcus gordonni memunculkan akumulasi trombosit yang bisa menyebabkan penumpukan pada katup jantung yang bisa memicu peradangan jantung atau pembuluh darah yang telah mnyumbat darah dari jantung ke otak.

Penyakit jantung yang merupakan penyakit kardiovaskular dengan menjalankan puasa hal ini akan berpengaruh sangat baik bagi kesehatan. Dengan berpuasa sama halnya dengan melakukan diet lebih baik dan bisa mengistirahatkan organ saluran cerna dari kemampuan bekerja lebih berat. Berpuasa akan membatasi penderita yang harus berdiet untuk mengurangi konsumsi makanan dan minuman yang merupakan kontradiksi penyakitnya. Apalagi pada saat menjalankan ibadah puasa, makan dan minuman yang dikonsumsi cenderung mengandung zat gizi atau nutrisi yang lebih sempurna, baik dari karbohidrat, protein, lemak, vitamin, mineral, dan air.

Dengan berpuasa selam kurang lebih 12 jam di bulan Ramadan, kadar natrium tubuh akan menurun dan tentunya akan menurunkan pula tekanan dari seseorang. Hal ini sangat baik bagi mereka yang memiliki tekan darah tinggi/hipertensi. Pengontrolan hipertensi melalui diet makanan, pengaturan berat badan, olahrga, pengendalian alkohol dan merokok, serta mengurangi stress atau emosi memang dapat dillakukan di bulan yang suci ini.

Menjalankan ibadah puasa secara otomatis memiliki efek dalam menurunkan berat badan, mengurangi komsumsi rokok serta makanan sehari-hari. Selain itu, Ramadan akan memacu orang dalam meningkatkan ibadah mereka di mana ibadah tersebut berarti peningkatan aktivitas fisik atau olahraga. Puasa akan dapat berdampak pada menurunan kadar LDL dan meningkatkan kadar HDL yang berfungsi sebagai pelindung jantung. Selamat berpuasa. ****

Penulis: Pemerhati masalah kesehatan, bekerja di lingkungan Dinas Kesehatan Kabupaten Sukabumi.
Sumber: Pikiran rakyat

Daging Setengah Matang Rangsang Kanker

James Galagher, peneliti di Swedia mengungkap adanya hubungan antara makan daging olahan, seperti bacon atau sosis, dengan kanker pankreas. Mereka mengatakan, makan 50 gram ekstra daging olahan atau sekedar satu bongkah sosis, setiap hari akan meningkatkan risiko seseorang terkena kanker hingga 19 persen.

Makan daging merah olahan, merupakan penyebab utama kanker usus. Prof Susanna Larsson, yang melakukan penelitian di Institut Karolinska, mengatakan bahwa terlalu banyak makan daging, ternyata meningkatkan risiko kanker kolorektal. Dan juga ada hubungan dengan kemunculan kanker lainnya, namun belum diketahui tentang jenisnya.

Penelitian yang dipublikasikan dalam British Journal of Cancer, menganalisa data 11 percobaan pada 6,643 pasien dengan kanker pankreas. Dari penelitian itu ditemukan makan daging olahan meningkatkan risiko kanker pankreas.

Risiko meningkat sebesar 19 persen untuk setiap kali seseorang mengonsumsi 50 gram daging olahan setengah matang dalam makanan sehari-hari mereka. Mengonsumsi 100 gram tambahan akan meningkatkan risiko sebesar 38 persen.

“Kanker pankreas perlu didiagnosa lebih dini, hal ini penting untuk memahami peningkatan risiko penyakit ini,” kata Larson. Dia merekomendasikan bahwa orang makan lebih sedikit daging merah akan terhindar dari resiko terkena kanker.

Kehilangan nafsu makan, nyeri punggung, gatal kulit tak kesesudahan, diabetes diikuti demam yang menggigil merupakan pertanda gejala kanker pankreas bahkan untuk beberapa kasus, berat badan turun drastis, nyeri di bagian perut, mual, dan muntah, serta penyakit kuning. Menurut Cancer Research UK risiko terkena kanker pankreas satu dari 77 untuk pria dan satu dari 79 untuk wanita.

World Cancer Research Fund menyarankan agar masyarakat sepenuhnya menghidari daging olahan setengah matang. Para ilmuwan menemukan, pemakan daging setengah matang memiliki peningkatan risiko kematian selama periode 10 tahun.

Sebaliknya, asupan dari dagiong putih dikaitkan dengan risiko kematian sedikit berkurang selama periode yang sama. Penelitian di Amerika Serikat, ditampilkan dalam Archives of Internal Madicine, didasarkan pada penderita lebih dari 500.000 orang.

Daging merupakan sumber utama dari lemak jenuh, yang telah dikaitkan dengan kanker payudara dan kanker kolorektal. Selain itu, konsumsi daging lebih rendah telah dikaitkan dengan penurunan faktor risiko untuk menyakit jantung, termasuk tekanan darah dan kadar kolesterol.

Sumber: Dedi Riskomar/”Pikiran Rakyat”

Putri Malu Mengatasi Insomnia

putri malu
SETIAP orang pasti pernah mengalami insomnia. Insomnia sendiri adalah gejala kelainan dalam tidur berupa kesulitan dalam tidur berulang untuk tidur atau mempertahankan tidur walaupun ada kesempatan untuk itu. Penelitian menunjukan bahwa kurang lebih 1/3 dari orang dewasa pernah menderita insomnia setiap tahunnya. Keadaan ini dapat menurunkan kemampuan mencerna informasi yang membuat penderita mudah berubah perasaannya (moddy), dan bila keadaan ini terus dibiarkan, akan menyebabkan dampak pada tingginya tekanan darah, serangan jantung dan juga dapat mengganggu produktivitas kita dalam beraktivitas pada esok hari.

Insomnia paling sering disebabkan oleh beberapa faktor, seperti kondisi medis yang menyebabkan nyeri atau penggunaan zat yang memengaruhi tidur. Penyebab umum insomnia antara lain stres, gelisah, gugup, rasa takut menjelang tidur, dan biasanya semakin bertambah, mimpi buruk dalam setiap tidur, dan lekas marah.

Risiko insomnia ini kemungkinan lebih besar terjadi pada wanita karena perubahan hormon. Selain itu, orang yang sudah lebih berusia 60 tahun, mengalami stres, bekerja pada malam hari serta mengalami perjalanan jauh.

Untuk mengatasi masalah ini, beberapa individu menggunakan obat-obat yang mampu mempercepat induksi tidur dan memperlama waktu tidur (sedative-hipnotik), obat-obat tersebut dapat dikatakan berbahaya bagi tubuh.

Berdasarkan penelitian selama 12 tahun dan menganalisis lebih dari 12.000 data di Kanada, Dr Belleville menyatakan bahwa tingkat kematian signifikan serta lebih tinggi bagi pengguna pil tidur dan mereka yang mengkomsumsi obat untuk mengurangi kecemasan.

Selain itu, temuan lain dari efek samping obat tidur ini juga tidak bisa dianggap enteng. “Obat tidur dan obat anti kecemasan berpengaruh pada waktu reaksi dan koordinasi sehingga membuat seseorang lebih mudah jatuh dan kecelakan,” kaatanya.

Oleh karena itu kita bisa segera beralih menggunakan tanaman herbal. Dan salah satu tanaman herbal yang bisa dimanfaatkan untuk masalah tersebut adalah putri malu (Mimosa pudica Linn), yang tumbuh liar di pinggir jalan, lapangan, dan tempat terbuka yang terkena sinar matahari. Tanaman ini memiliki batang bulat berbulu dan berduri. Daun kecil-kecil tersusun majemuk, bentuk lonjong dengan ujung lanci, warna hijau tapi ada juga yang merah. Dan apabila disentuh akan menutup (sensitif-plant).

Menurut Drs. Alamsyah Agus, MM seorang herbalis sekaligus terapis Natura Health Center di Depok, Jabar, putri malu mengundang melatonin, mimosin, asam pipekolinat, tanin, alkaloid, saponin, triterpenoid, sterol, polifenol, dan flavonoid. Dan diduga bahwa zat dalam tumbuhan putri malu yang mampu menimbulkan efek relaksasi saraf di otak sehingga dapat menimbulkan efek sedasi adalah melatonin (hormon natural yang diproduksi tubuh untuk mengembalikan jam tidur biologis).

Hasil awal menunjukan bahwa putri malu dapat memengaruhi sistem syaraf pasien meskipun dalam skala yang ringan, yaitu berkurangnya serangan kejang pada tubuh mereka. Manfaat tanaman obat ini bagi sistem syaraf lainnya adalah memberikan efek penenang atau antidepressan, sebagaimana dibuktikan melalui riset yang lakukan oleh Universiutas Veracruz Meksiko.

Untuk memanfaatkan herbal yang tumbuh liar di semak-semak ini. Kita memnggunakan akar, batang, dan daunnya sebanyak 15-60 gr. Dan caranya adalah tanaman segar ini direbus dengan air secukupnya, kemudian diminum.

Selalin direbus, putri malu juga biasa dikeringkan dan dibungkus kain untuk dijadikan bantal. Aroma dari tumbuhan kering tersebut juga mampu membaut penderita terlelap.

Tetapi tak ada yang sempurna, disamping manfaat dari tumbuhan putri malu dalam hal pengomsumsiannya patut diperhatikan peringatan berikut:
1. Penggunaan akar putri malu dalam dosis tinggi dapat menyebabkan keracunan dan muntah-muntah.
2. Ibu hamil dilarang meminum rebusan tumbuhan obat ini karena dapat menyebabkan kematian pada janin.
3. Jika digunakan berturut-turut di atas 12 hari, pada banyak kasus menyebabkan gatal atau muntah.

Sebenarnya banyak tumbuhan di sekitar kita yang dapat dimanfaatkan semaksimal mungkin untuk tubuh kita. Tetapi,itu tergantung manusia itu sendiri bagaimana memanfaatkannya. Semoga putri malu untuk mengatasi insomnia/susah tidur dapat bermanfaat untuk kita semua.**

Sumber: Annisa Rana Riovani, mahasiswa Farmasi Universitas Padjadjaran Bandung,/Pikiran Rakyat*

Empat Fase Penyakit Artritis Gout

tabel Makanan
Hiperurisemia Asimptomatik (tanpa gejala)
Bila konsentrasi asam urat lebih dari batas normal dalam darah maka cenderung akan terjadi kejenuhan, hal ini disebut hiperurisemia, yaitu >7 g/dl pada laki-laki dan >6 g/dl pada perempuan. Pada fase ini peningkatan sama urat tidak disertai gejala klinis. Tidak dibutuhkan obat penurun asam urat pada fase ini, kecuali jika kadar asam urat sangat tinggi

Arthritis Gout Akut
Gejalanya berupa serangan akut (mendadak), sendi menjadi nyeri, harigat, bengkak, merah, dan sulit di gerakkan. Nyeri meningkat sampai puncaknya dalam 8-12 jam. Sendi yang terlibat pada serangan pertama umumnya satu sendi dan yang paling sering terkena adalah pangkal ibu jari kaki (90 persen), sendi-sendi lain: pergelangan kaki, lutut dan jarang-jarang dipergelangan tangan, jari-jari tangan dan siku. Tanda klasik, penderita merasa sangat nyeri sehingga sulit untuk berjalan atau memakai sepatu. Kadang disertai gejala umum berupa demam, menggigil atau lemas. Pemeriksaan kadar asam urat dalam darah pada saat serangan dapat meningkat atau dapat pula normal, karena konsentrasi terutama di dalam sendi. Perjalanan alamiah arthritis gout yang tidak diobati akan pulih sendiri dalam beberapa jam sampai 1-2 minggu. Pemeriksaan kadar asam urat dalam darah dianjurkan setelah 2 minggu serangan akut karena menunjukkan kadar asam urat yang sesungguhnya. Serangan pertama dan serangan berikutnya umumnya lebih dari satu tahun. Selanjutnya serangan akan bertambah sering dan nyerinya lebih lama, dan melibatkan lebih dari satu sendi.

Interkritikal Gout
Fase ini adalah fase dimana penderita bebas dari serangan nyeri, atau fase antara satu serangan dengan serangan berikutnya, berlangsung rata-rata enam bulan sampai dua tahun. Pada serangan yang kedua dan seterusnya waktu ini akan semakin singkat. Meskipun tidak ada rasa nyeri, proses peradangan terus berlangsung pada fase ini sehingga penderita yang tidak mendapatkan pengobatan yang benar akan mengalami serangan akut yang lebih sering dan berlanjut pada stadium kronik disertai pembentukan tofus.

Arthritis Gout Tofaseus Kronik
Stadium kronik (menahun) ini berkembang umumnya setelah kurang lebih 12 tahun (5-4 tahun) sejak serangan gout akut pertama. Tofus gout subkutan dapat ditemukan di seluruh tubuh: di jari tangan, pergelangan, telinga, lutut, siku,. Komplikasi tofus antara lain nyeri dan kerusakan sendi serta penekanan pada pembuluh saraf.

Batu Asam Urat di Ginjal
Selain nyeri sendi dapat juga terjadi penumpukan asam urat di ginjal dan membentuk batu asam urat. Keluhan yang dirasakan penderita adalah nyeri pinggang hebat (kolik) jika batu tersebut menyumbat saluran kencing. Keluhan lain yaitu keluar batu atau pasir pada saat berkemih, atau terdapat darah dalam urine. Batu asam urat ini dapat mengganggu fungsi ginjal dan bahkan merusak ginjal sehingga penderita harus menjalani terapi cuci darah (hemodialisis). Oleh karena itu, penting untuk mengevaluasi dan memantau fungsi ginjal penderita dengan gout.

Bagaimana Penatalaksanaan Artritis Gout?
Penatalaksanaan nonfarmakologik, yaitu memodifikasi gaya hidup, termasuk olah raga, mengurangi berat badat bagi yang gemuk, dan diet rendah purin dapat menurunkan serangan gout akut. Alkohol harus dihindari karena selain meningkatkan produksi juga mengganggu pengeluaran asam urat melalui ginjal. Trauma berulang pada satu sendi dan kekurangan cairan (dehidrasi) dapat memicu serangan gout sehingga harus dihindari.

Penelitian menunjukkan bahwa komsumsi sayuran kaya purin, seperti kembang kol, bayam, kangkung, dan kacang-kacangan tidak meningkatkan risiko terkena serangan artritis gout. Pada saat serangan akut, tindakan yang perlu dilakukan adalah mengistirahatkan daerah yang nyeri kemudian dapat dilakukan pertolongan pertama dengan mengompres daerah yang meradang dengan air dingin.

Penatalaksanaan farmakologik. Konsultasikan segera dengan dokter untuk penanganan serangan gout akut. Hal yang paling penting adalah jangan mengkomsumsi obat-obat “setelan” atau jamu yang mengkalim dapat menyembuhkan asam urat, beberapa diantaranya dapat menyebabkan efek samping yang berbahaya seperti perdarahan saluran cerna dan kerusakan ginjal.

Prinsip utama terapi adalah mengatasi rasa nyeri dan menghilangkan radang pada serangan akut. Di samping itu, bagi mereka yang belum atau tidak sedang mengkomsumsi obat-obat penurun asam urat (seperti alopurinol), jangan memulai konsumsi obat-obat tersebut pada saat serangan, hal tersebut dapat merangsang penguraian kristal asam urat dan menambah proses peradangan menjadi semakin luas dan berat. Sebaliknya, jika sudah dalam terapi obat penurun asam urat, maka obat tersebut harus diteruskan dengan dosis yang sama selama serangan berlangsung.

Pemberian obat penurun kadar asam urat atau perubahan dosis sebaiknya dilakukan setelah serangan akut teratasi (kurang lebih dua minggu). Konsultasikan dengan dokter mengenai hal ini, jangan mengomsumsi sendiri obat-obat penurun asam urat karena reaksi alergi dan efek samping yang cukup berat dapat terjadi, bahkan sampai kerusakan fungsi ginjal.

Dokter akan ngatur dosis obat penurun kadar asam urat berdasarkan fungsi ginjal penderita dan kadar asam urat dalam darahnya. Pada keadaan tertentu obat-obat penurun asam urat harus diminum untuk seumur hidup untuk mencegah serangan ulang gout dan menjaga agar tidak terjadi kerusakan pada ginjal akibat batu sama urat.***

Sumber: dr Laniyati Hamijoyo, SpPD-KR, M Kes. (Konsultan Reumatologi, staff pengajar Departemen Ilmu Penyakit Dalam Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran/RS Hasan Sadikin Bandung), */Pikiran Rakyat.

Mengenali Artritis Gout

Mengenali Artritis Gout
Asam urat sering kali disalahkan jika seseorang mengalami nyeri sendi. Tidak saja dikalangan pasien yang mengalaminya bahkan beberapa dokter yang menemui pasien dengan nyeri sendi pun ada yang masih berpikir demikian. Hal ini didapatkan dari suatu survai yang dilakukan terhadap kurang lebih 200 dokter umum beberapa waktu yang lalu. Kenyataannya, penyakit nyeri sendi akibat asam urang hanya merupakan sebagian kecil dari semua keluhan nyeri sendi.

Di samping itu terdapat anggapan dalam masyarakat untuk menghindari sayuran hijau dan kacang-kacangan jika mengalami nyeri sendi, baik oleh karena asam urat atau bukan. Hal ini tidak terbukti secara ilmiah. Begitu pula obat penurun asam urat (alopurinol) yang sering kali salah digunakan untuk keluhan nyeri sendi. Padahal obat ini tidak dapat menghilangkan nyeri. Bahkan, efek obat itu terkadang menyebabkan nyeri semakin bertambah, atau dapat menyebabkan reaksi alergi yang berat, sampai kerusakan ginjal dan kematian.

Reumatik adalah kumpulan penyakit dengan kelainan pada sistem tulang-otot (muskuloskeletal) dan sendi, termasuk kelainan pada jaringan ikat. Ada lebih dari seratus macam penyakit yang menyebabkan nyeri otot dan sendi. Dan, penyakit reumatik akibat peningkatan kadar asam urat dalam darah (hiperurisemia) hanya merupakan salah satu dari berbagai macam penyakit yang ada.

Data dari Poli Reumatologi Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung selama Januari sampai dengan Desember 2010 menunjukan, kurang lebih 73 persen pasien nyeri sendi yang datang berobat mengalami osteoarthritis atau dikenal dengan istilah pengapuran dan bukan akibat asam urat. Hanya seitar 3,3 persen yang mengalami nyeri sendi disebabkan kadar asam urat atau dikenal sebagai arthritis gout.

Prevalensi arthritis gout di dunia berkisar1-2 persen dan mengalami peningkatan dua kali lipat dibandingkan dua dekade sebelumnya. Di Indonesia, prevalensi arthritis gout belum diketahui secara pasti dan cukup bervariasi antara satu daerah dengan daerah yang lain. Suatu penelitian di Jawa Tengah mendapatkan prevalensi arthritis gout sebsar 1,7 persen, sementara di Bali didapatkan prevalensi hiperurisemia mencapai 8,5 persen.

Lalu apa itu arthritis gout? Artritis gout merupakan penyakit radang pada sendi yang dapat menimbulkan rasa nyeri yang sangat hebat, disertai dengan bengkak, hangat, kadang kemerahan pada sendi yang terkena dan sulit untuk digerakkan. Penyakit ini diakibatkan oleh deposisi kristal monosodium urat (MSU) di dalam sendi yang memicu reaksi peradangan. Keadaan ini sangat berhubungan dengan peningkatan kadar asam urat di dalam darah (hiperurisemia). Namun, orang yang mengalami hiperurisemia belum tentu menderita artritis gout.

Peningkatan kadar asam urat di dalam darah seseorang berhubungan dengan dua faktor yaitu produksi yang berlebihan (overproduction) atau pengeluaran asam urat yang menurun (underexcretion) melalui ginjal atau kombinasi keduanya.

Sipa saja yang bisa terkenal? Artritis gout umumnya dijumpai pada laki-laki dari semua usia, paling sering pada dekade kelima atau keenam. Namun, pada perempuan umumnya dijumpai pada usia lanjut (lansia) atau sesudah menopause. Faktor yang dapat meningkatkan resiko terjadinya artritis gout antara lain, penyakit komorbiditas seperti kegemukan, tekanan darah tinggi (hipertensi), dan diet tinggi purin serta konsumsi alkohol. Di samping itu obat-obatan tertentu dapat menyebabkan penurunan ekskresi asam urat. Contohnya, obat diuretik yang digunakan pada penderita sakit jantung atau pirazinamid yang digunakan pada penderita TBC.

Apabila tidak diobati dengan cara yang benar artritis gout dapat menimbulkan serangan yang berulang, menjadi penyakit sendi menahun disertai pembentukan tofus (benjolan berisi kristal-kristal asam urat) serta dapat menimbulkan berbagai macam komplikasi di samping kurusakan pada sendi itu sendiri. Komplikasi yang mungkin timbul adalah penyakit jatung, penyakit ginjal (batu ginjal), dan penurunan kualitas hidup maupun produktivitas kerja akibat nyeri, kecacatan karena kontraktur sendi serta peningkatan biaya pengobatan.***

Sumber: dr Laniyati Hamijoyo, SpPD-KR, M Kes. (Konsultan Reumatologi, staff pengajar Departemen Ilmu Penyakit Dalam Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran/RS Hasan Sadikin Bandung), */Pikiran Rakyat.

Dextromethorphan (DMP)

dextro
Deskripsi:
Dextronethorphan (DMP) adalah bahan aktif dalam obat batuk “over the counyer” (OYC), atau dapat dibeli secara bebas tanpa resep di toko obat. Penggunaan obat batuk jenis ini telah disetujui pada 1958. dalam obat batuk, DMP biasanya merupakan kombinasi dengan jenis obat lainnya seperti parasetamol (antinyeri, antidemam), CTM (antihistamin), psuedoefedrin/fenillipropanolamin (dekongestan), atau guafenesin (eskipektoran).

Bahan lain (Dextrophan)
Dextrometorfan mengalami metabolisme di hepar oleh enzim sitokrom P-450 dan diubah menjadi dextrophan yang mempunyai derivate lebih aktif dan poten sebagai antagonis NMDA.

Bentuk kimia
3 methoxy 17 methyl morpinan monohydrate.
Dextromethophan merupakan d-isomer dari levophenol, analog dari kodein dan analgesic opiolid.
Struktur kimia dari Dextromethoephan adalah C18H25NO.HBr.H2) dengan berat molekul: 370,3

Manfaat menekan batuk (antitusif) dan penurun demam. Dextromethorphan bekerja dengan cara menaikan ambang batas rangsang batuk. Hal ini berarti Dextromethorphan bekerja pada otak dan bukan pada saluran pernapasan seperti beberapa jenis obat batuk lainnya.

Bentuk
Dalam bentuk murninya dextromethorphan tidak berbau dan berbentuk serbuk kristal dengan warna putih kekuning-kuningan. Namun dalam bentuk kemasan dapat berupa tablet, kapsul, powder, atau sirup.

Dosis yang dianjurkan sebagai obat batuk:
15mg – 30mg yang diminum 3 kali sehari.

Efek overdosis
Komsumsi 100-200mg : stimulasi ringan ringan
komsumsi 200-400mg : euphoria dan halusinasi
Komsumsi 300-600mg : gangguan penglihatan dan hilangnya koordinasi gerak tubuh.
Komsumsi 500-1500mg : sedasi sisosiatif (perasaan bahwa jiwa dan raga berpisah)

Efek overdosis pada tubuh
Bicara kacau, gangguan berjalan, gampang tersinggung, berkeringat, dan bola mata berputar-putar (ristagmus). Komplikasi yang timbul dapat berupa peningkatan takanan darah karena keracunan pseudoefedrin, kerusakan hati karena keracunan peasetamol, gangguan saraf dan sistem kardiovaskuler akibat keracuanan CTM, alkohol atau narkotika lain yang telah bersama DMP dapat meningkatkan efek karacunan dan bahkan menimbulkan kematian. (Sumber: PIKIRAN RAKYAT)

Waspadai Penyakit-penyakit di Bulan Puasa

Bulan Puasa merupakan kesempatan emas dalam mendulang pahala. Tak hanya ibadah yang besar, bahkan tidur orang yang berpuasa konon merupakan ibadah yang akan diberi pahala oleh Allah SWT. Tapi tentu saja, puasa yang dijalani harus sesuai dengan syariat yang berlaku.

Dalam menjalankan puasa, tubuh kita sering kali mendapatkan banyak gangguan dan halangan. Gangguan dan halangan ini kadang kala mengurangi kekhusyukan kita dalam menjalani ibadah yang dijalankan sebulan dalam setahun. Apa sajakah gangguan yang sering menimpa tubuh kita pada saat puasa?

Sariawan
Sariawan biasanya timbul akibat kulit dalam rongga mulut yang tergigit, mengonsumsi makanan atau minuman panas dan pedas, kekurangan vitamin C, kekurangan zat besi, kebersihan mulut yang tidak terjaga, hingga adanya kelainan saluran pencernaan. Namun pada saat kita puasa, sariawan terjadi biasanya karena tubuh kekurangan vitamin C. Untuk itulah, mengonsumsi vitamin C yang cukup saat berbuka dan sahur merupakan cara yang paling efektif dalam mencegah dan mengobati sariawan. Caranya bisa dengan mengonsumsi suplemen vitamin C secara langsung ataupun dengan makan buah-buahan yang kaya akan vitamin C seperti jambu batu dan jeruk.

Mag
Sakit mag adalah gangguan yang juga sering hadir mengisi waktu puasa. Penyakit yang satu ini tak hanya menghinggapi orang yang terbiasa dengan penyakit ini. Bahkan, orang yang sebelumnya tak pernah mempunyai gejala sakit mag, bisa terjangkiti. Penyebabnya sederhana, yaitu karena lambung kaget dan belum terbiasa dengan pola makan yang berubah drastis. Alhasil, perut perih melilit dan juga kembung.

Untuk menyikapi penyakit yang satu ini, ada banyak cara yang bisa dilakukan. Misalnya saja mengonsumsi makanan yang aman yang tidak bersifat memancing pengeluaran asam lambung yang berlebih, seperti makanan asam dan pedas, serta kopi dan soda. Tak hanya itu, mengonsumsi obat mag sesudah berbuka dan sesudah sahur juga mampu mengurangi risiko munculnya penyakit mag.

Tekanan darah rendah dan kurang darah (anemia)
Tekanan darah rendah dan kurang darah (anemia) sering kali muncul saat kita berpuasa. Hal ini tentu saja karena tubuh kekurangan banyak zat selama berpuasa. Gejala yang muncul biasanya adalah keringat yang berlebihan, tubuh lemas, letih, lesu, tidak bertenaga, pucat, serta pusing saat bangun dari posisi duduk.

Untuk menyikapi kondisi tekanan darah rendah dan juga kurang darah (anemia) saat berpuasa, ada beberapa cara yang bisa dilakukan. Misalnya saja adalah mengonsumsi cairan isotonik ketika berbuka dan sahur dalam jumlah yang lebih banyak; mengonsumsi makanan penambah tekanan darah seperti sayur-sayuran hijau dan hati; serta jika diperlukan, konsumsilah suplemen penambah darah saat berbuka atau sahur.

Sakit kepala
Sakit kepala juga sering menyerang saat kita berpuasa. Penyebabnya bisa macam-macam, misalnya saja karena merokok dan minum kopi di siang hari; pekerjaan yang menuntut banyak tenaga; serta menahan rasa kantuk dan juga kurang tidur. Sakit kepala ini bisa semakin parah jika dibarengi dengan penyakit tekanan darah rendah.
Untuk gangguan sakit kepala saat puasa, berhentilah mengonsumsi kopi dan rokok selama puasa. Tak hanya itu, pengaturan pola tidur juga akan sangat membantu.

Gula darah rendah
Saat berpuasa, kadar gula dalam darah kita akan rendah. Pada saat itu biasanya muncul gejala lesu, pusing, lelah, susah berkonsentrasi, berkeringat, dan sakit kepala. Ini tentu terkait dengan adanya hormon, adrenalin yang segera bekerja mengubah glukosa darah (gula darah) menjadi glikogen (gula otot).

Untuk mengantisipasi naik-turunnya kadar gula darah yang drastis saat berpuasa dan berbuka, dianjurkan untuk menyantap makanan yang kaya akan karbohidrat kompleks saat berbuka dan sahur. Hal ini tentu saja karera karbohidrat kompleks tidak akan langsung dicerna tubuh menjadi gula. Untuk yang diabetes sebaiknya dilakukan konsultasi dengan dokter yang berwenang.

Kejang otot (kram otot)
Pada saat puasa, otot kita sering kali terasa kaku. Hal ini terjadi karena tubuh kita kurang beberapa mineral yang terlibat dalam kelenturan otot. Mineral-mineral tersebut adalah kalsium. magnesium, dan juga kalium.

Untuk mengantisipasi kejang dan kaku otot saat puasa, konsumsilah makanan yang kaya akan mineral-mineral, misalnya seperti produk-produk susu, produk-produk daging, buah-buahan, serta sayur-sayuran.

Batu ginjal
Jika tidak mendapat asupan air yang cukup, apalagi jika ditambah dengan konsumsi makanan berkalsium tinggi, bukan tidak mungkin, di saluran kencing bisa terbentuk batu ginjal. Dan ini tentu sangat berbahaya.

Untuk mengantisipasinya, minumlah air yang banyak saat berbuka dan sahur. Delapan gelas sehari bisa tetap menjadi patokan. Misalnya saja 5 gelas saat berbuka dan 3 gelas saat sahur.

Konstipasi (sembelit) dan diare
Susah buang air besar jika dibiarkan! bisa menyebabkan penyakit lain. Ya. penyakit itu adalah ambeien (haemorroids) dengan gejala rasa nyeri dan panas di lubang dubur. Adapun diare biasanya muncul jika saat berbuka atau sahur kita mengonsumsi makanan yang pedas, asam, dingin, atau yang lainnya.

Cara yang bisa dilakukan untuk sembelit adalah dengan memperbanyak konsumsi makanan berserat tinggi, nasi beras merah, sayur-sayuran, agar-agar, dan juga buah-buahan.

Sumber: Nia Haryanto, penulis lepas, alumnus Dept. Biologi ITB. (Pikiran Rakyat)

Minum Obat dengan Susu, Efektifkah?

susu vs obat
Berita adanya sejumlah produk susu formula dan makanan bayi yang tercemari bakteri Enterobacter sakazakii, telah membuat cemas masyarakat luas terutama kaum ibu. Kecemasan kaum ibu tersebut dapat dimaklumi, karena hampir sebagian besar anak usia balita sangat menyukai susu. Bahkan beberapa anak di antaranya, ada yang tetap menginginkan minum susu pada saat ia harus minum obat karena sakit. Namun, terlepas dari masalah susu yang tercemar tersebut, akan efektifkah kerja obat yang diminum dengan susu? Tidakkah susu akan menetralkan zat-zat yang dikandung obat tersebut?

Secara umum, kandungan susu baik susu formula maupun susu cair UHT, adalah air, lemak, karbohidrat, zat-zat mineral (kalsium, kalium.dan lain sebagainya), serta protein yang tersusun olehasam-asam amino.S truktur kimia asam amino ini umumnya memiliki gugus karboksilat (COOHiC Karbon, O Oksigen, dan H Hidrogen) yang bersifat asam, dan gugus amina (NHx; N Nitrogen) yang bersifat basa.

Jika gugus yang terkandung dalam susu ini bertemu dengan unsur-unsur dalam obat yang juga memiliki sifat asam atau basa, besar kemungkinan antara susu dan obat tersebut akan terjadi reaksi pene-tralan asam basa, yang mengakibatkan berkurangnya kadar (khasiat) obat. Hal ini dapat digambarkan pada pemakaian aspirin yang diminum dengan susu.

Aspirin atau asam salisilat atau ada juga yang menyebutnya asetosal, adalah sejenis obat turunan dari salisilat, yang pemakaiannya cukup luas, memiliki, efek antikoagulan, terkadang digunakan juga dalam dosis rendah dalam tempo yang lama untuk mencegah serangan jantung. Aspirin ini sering digunakan sebagai senyawa analgesik (penahan rasa sakit/nyeri minor), antipiretik (terhadap demam), dan antiiriflamasi (peradangan), atau beberapa kalangan menggolongkannya dalam golongan NSAID (Non Steroidal Anti Inflammatory Drug).

Obat-obatan golongan NSAID, merupakan obat pembunuh rasa sakit yang bekerja dengan cara menghambat terbentuknya prostaglandin. Prostaglandin adalah zat yang selalu ada dalam sel tubuh, bekerja sebagai zat yang menyebabkan peradangan dan rasa sakit, namun di sisi lain, juga membantu terbentuknya selaput mukosa lambung. Dengan terhambatnya prostaglandin oleh aspirin, rasa sakit dan infeksi pun akan hilang, tetapi pada saat yang bersamaan, lambung pun menjadi rentan terhadap iritasi, karena selaput mukosanya berkurang.

Oleh karena itu, umumnya obat-obatan golongan NSAID diresepkan untuk diminum sekurang-kurangnya 30 menit setelah makan. Hal ini dimaksudkan supaya yang masuk ke lambung terlebih dulu adalah makanan, untuk melindungi dinding lambung agar tidak terjadi iritasi. Dengan adanya kenyataan tersebut, beberapa kalangan berpendapat, obat-obatan golongan NSAID yang bersifat lypophylic (mudah larut dalam lemak), boleh diminum bersamaan dengan susu, dengan alasan susu tersebut akan lebih dulu melindungi dinding lambung. Padahal, tindakan tersebut memungkinkan akan timbulnya reaksi penetralan asam-basa antara susu dan aspirin.

Struktur kimia aspirin, terlihat dari sifat asam salisilatnya, memiliki gugus karboksilat. Jika aspirin diminum dengan susu, maka gugus karboksilatnya akan bereaksi degan gugus amina dalam susu, menimbulkan reaksi penetralan asam-basa, sehingga otomatis kadar aspirinnya yang aktif/bebas akan berkurang, karena terambil sebagian dalam reaksi penetralan asam-basa. Sehingga khasiatnya pun tentu saja akan berkurang.

Demikian pula halnya dengan beberapa golongan obat yang mengandung unsur logam. Jika obat ini diminum dengan susu, maka kalsium pada susu akan membentuk ikatan-ikatan kompleks yang kuat (khelat) dengan unsur logam yang terkandung dalam obat tersebut. Akibatnya unsur yang aktif/bebas dari obat tersebut hanya tersisa sebagian, sehingga khasiat obat pun akan berkurang.

Untuk beberapa obat yang tergolong antibiotik seperti antibiotik golongan tetrasik-lin dan turunannya (dokisiklin, oksitetrasiklin, minosiklin), dan beberapa golongan fluorchinolone (Ciprofloxacin dan Norfloxacin), jika diminum dengan susu, besar kemungkinan kalsium dari susu akan membentuk ikatan kalsium-tetrasiklin. Ikatan ini berupagumpalan atau endapan berwarna kuning. Ukuran gumpalan yang terbentuk ini bisa jadi cukup besar, sulit untuk melewati dinding usus. Akibatnya, antibiotik tersebut bukannya masuk ke dalam aliran darah, melainkan akkn dicerna oleh usus. Hal ini menyebabkan berkurangnya efek pengobatan oleh antibiotik tersebut, sehingga kuman ditubuh tidak mati, malah sebaliknya, akan tercipta kondisi kuman yang resistan. Namun sebenarnya tidak semua obat jika diminum dengan susu akan jadi tidak efektif. Ada beberapa golongan antibiotik dan obat-obatan tertentu yang tidak menimbulkan masalah jika diminum dengan susu.

Namun, terkadang nama dagang yang digunakan pihak produsen obat cukup membingungkan konsumen. Konsumen umumnya tidak mengerti akan perbedaan nama kimia dengan nama dagang suatu obat, sehingga mereka akan ragu menentukan mana obat-obatan yang akan tetap efektif jika diminum dengan susu.

Oleh karena itu, untuk menghindari terjadinya ketidakefektifan suatu obat, sebaiknya obat diminum dengan air putih saja. Air putih cukup efektif dalam melarutkan obat, tetapi tidak ikut bereaksi dengan obat tersebut, sehingga tidak mengganggu kadar/khasiat dari obat-obatan tersebut.----

Sumber: Y. Zakiah A., alumnus FMIPA Unpad,/"Pikiran Rakyat"

Propolis Obat Kanker Alamiah

PROPOLIS atau lem lebah adalah suatu zat yang dihasilkan oleh lebah madu. Dikumpulkan oleh lebah dari pucuk daun-daun yang muda untuk kemudian dicampur dengan air liurnya, digunakan untuk menambal dan mensterilkan sarang. Propolis bersifat disinfektan (antibakteri) yang membunuh semua kuman yang masuk ke sarang lebah.

Lebah meliputi sarangnya dengan propolis untuk melindungi semua yang ada didalam sarang tersebut dari serbuan kuman, virus atau bakteri. Antara lain melindungi ratu lebah, telur, bayi lebah, dan madu. Sifat disinfektan alami yang terkandung dalam propolis sangat ampuh dalam membunuh kuman.

Lebah dipelihara dalam kotak (sarang), propolis lebah lalu dikikis menggunakan alat khas atau kertas khusus. Selanjutnya dipanaskan hingga 60-70°C untuk mencairkannya lalu menyaringkan lilin lebah dan kotoran lain sebelum menjadi water base. Warna propolis beragam meski pada umumnya cokelat gelap. Namun kadang-kadang ditemukan juga propolis berwarna hijau, merah, hitam, bahkan putih tergantung dari sumber resin. Produksi propolis relative kecil, 20 gram setahun dari 200.000 lebah. Karena warnanya yang cenderung gelap itulah banyak peternak lebah menganggap propolis sebagai kotoran.

Apalagi para peternak itu juga belum mengetahui khasiat propolis. Oleh karena itu, mereka justru membuang propolis dari sarang karena menganggap kotoran. Padahal untuk memanen propolis relatif mudah. Peternak tinggal mengerok secara hati-hati dan mengekstraknya. Nah, karena jarang dilirik peternak, penggunaan propolis untuk kesehatan kalah popular ketimbang produk lebah lainya seperti madu dan royal jeli. Peternak lebah di Amerika Serikat juga mengangap propolis sebagai bahan pengganggu. Propolis melekat di tangan, pakaian, dan sepatu ketika cuaca panas serta berubah keras dan berkerak ketika dingin.

Baru pada akhir 1990-an propolis dilirik sebagai bahan berkhasiat ketika Jepang meriset lem lebah untuk kesehatan. Takagi Y. dari Sekolah Kesehatan Universitas Suzuka membuktikan keampuhan propolis meningkatkan system imunitas tubuh. Riset lain dari University of Japan membuktikan propolis mengurangi resiko sakit gigi. Dari pembuktian ilmiah itulah penggunaan proplis sohor di Jepang. Lembaga Riset Kanker Columbia (1991) menyatakan, dalam propolis terdapat zat CAPE yang berfungsi mematikan sel kanker. Pemakaian za CAPE secara teratur selama enam bulan dapat mereduksi kanker sebanyak 50 persen.

Berdasarkan riset yang dilakukan di Laboratorium Pengujian dan Penelitian Terpadu (LPT) UGM, produk propolis yang diteliti dapat menghambat sel kanker HeLa (sel kanker serviks), Siha (sel kanker uterus), serta T47D dan MCF7 (sel kanker payudara) dengan nilai IC50 berkisar 20-41 µg/ml. Artinya, propolis dosis 20-41 µg/ml dapat menghambat aktivitas 50 prosen sel kanker dalam kultur.

Sejalan dengan penelitian dr. Woro Pratiwi, M.Kes,Sp.P.D., dari Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada (FK UGM). Propolis yang diberikan selama satu bulan memiliki efek antikanker dalam organisme hidup. Itu ditunjukkan dengan menurunnya jumlah nodul atau tonjolan tumor dan menurunnya aktivitas proliferasi (penggandaan) sel tumor kelenjar payudara pada mencit. Namun, efeknya masih lebih rendah dibandingkan dengan pada mencit yang diberi obat kanker standar, doksorubisin.
Polifenol dan Flavonoid, sebagian senyawa yang terkandung dalam propolis, kemungkinan berperan menghambat proliferasi sel kanker. Menurut Dr. Edy Meiyanto dari Fakultas Farmasi UGM, flavonoid biasanya mempunyai struktur khas yang mampu menghambat protein kinase yang digunkan untuk proliferasi sel. Jika protein kinase ini dihambat, proses fisiologi sel pun terhambat sehingga sel melakukan apoptosis alias membuat program bunuh diri.

Menurut Prof. Dr. Mustofa , M.Kes., Apt. dari Bagian Farmakologi dan Toksikologi FK UGM, senyawa golongan flavonoid dan polifenol yang ada dalam propolis juga memiliki efek antioksidan dan antitrombositopenia.

Riset membuktikan propolis aman meski dikonsumsi dalam jangka panjang. Menurut Dra. Mulyati Sarto, Msi. Dari LPT UGM, toksisitas propolis sangat rendah, mencit yang diberi propolis tiap hari selama satu bulan dengan dosis normal, fungsi dan kondisi organ tubuhnya tetap bagus serta tidak bermasalah. Dosis normal yang dimaksud setara satu sendok makan propolis dilarutkan dalam 50 ml air untuk konsumsi manusia. Propolis baru menyebkan kematian separuh jumlah hewan uji pada dosis diatas 10.000 mg/kg bobot badan. Jika dikonversikan ke orang berbobot 60 kilogram, dosis itu setara konsumsi 0.6 kilogram propolis setiap hari.

Sumber : Nurwulan Ramadhani, Mahasiswi Jurusan Teknologi Industri Pangan Universitas Padjadjaran Bandung./”Pikiran Rakyat”

Salak Bongkok Pencegah Asam Urat

salak
Sebuah daerah bernama Bongkok yang berada di perbatasan Kecamatan Conggeang dan kecamatan Paseh, Kabupaten Sumedang, pernah terkenal akan varietas hasil buahnya. Namanya, salak bongkok. Namun, pada perjalanannya, varietas salak yang diambil dari nama desa aslinya itu ternyata kurang diminati masyarakat, karena mempunyai rasa asam, sepat, dan agak pahit. Ketika para petani setempat mulai meninggalkannya, produksi salak bongkok pada 2001 hingga 2002 mengalami penurunan hingga 36 persen. Kepunahan salak bongkok pun mengancam.

Dosen Jurusan Teknologi Pangan Fakultas Teknik Universitas Pasundan Dr. Ir. Leni Herliani Afrianti, M.S. mulai melakukan penelitian pada tahun 2007. Ketika itu, Leni yang akan menyelesaikan program doktor pada studi Farmakologi Bahan Alam di Institut Teknologi Bandung, memilih disertasi dengan penelitian salak bongkok dengan judul "Aktivitas Antioksidan dan Antihiperurikemia (Anti asam Urat) Ekstrak dan Komponen Aktif Buah Varietas Bongkok".

Jika melihat hasil penelitian Leni, terlihat bahwa masyarakat hanya menilai salak asam ini sekilas. Hasil penelitian Leni menunjukkan, salak bongkok mengandung antioksidan dan dapat dimanfaatkan sebagai produk suplemen pangan yang dapat menyediakan efek yang baik bagi kesehatan.

Leni menjelaskan, pada dasarnya buah-buahan mengandung zat-zat aktif yang dapat mencegah penyakit degeneratif. Sementara itu, penyakit, degeneratif berpotensi melibatkan radikal bebas yang menyebabkan kerusakan fungsi sel-sel tubuh.

"Secara fisiologis, timbulnya radikal bebas dalam tubuh harus diimbangi dengan senyawa yang disebut antiradikal bebas yaitu antioksidan" ujar dosen Unpas kelahiran Bandung itu.

Berdasarkan hal itu, Ieni yakin jika salak bongkok berpotensi dijadikan suatu produk makanan tambahan. Ia pun melanjutkan pengembangan penelitiannya, dengan membuat ekstrak salak bongkok. "Hasilnya, ekstrak salak bongkok mampu menghasilkan antihiperurikemia, atau dengan kata lain dapat mencegah penyakit asam urat," ujar Leni.

Pengembangan pun ia lakukan dengan membuat suplemen pangan yang berasal dari ekstrak salak bongkok, yang dibuat dalam bentuk tablet effeivescent. Tablet effeivescent sebenarnya bukan merupakan obat, dan tidak dapat dikonsumsi layaknya makanan biasa. Namun, suplemen pangan tersebut mengandung beberapa substansi yang mencegah penyakit meskipun tidak mengobatinya.

Tablet effervescent yang ia buat terbentuk dari ekstrak salak bongkok yang dijadikan serbuk granula. Granula tersebut adalah partikel-partikel padatan dari proses pembesaran ukuran yang digabungkan menjadi suatu massa. "Bahan granulasi dapat diperoleh dari pembesaran partikel-partikel primer atau pengecilan ukuran dari materi yang dikempa secara kering," ucapnya.

Keunggulan granula dan tablet effervescent adalah kemampuannya untuk menghasilkan gas karbondioksida yang memberikan efek sparkle (rasa soda). Selain menghasilkan larutan yang jernih, tablet effervescent juga menghasilkan rasa yang enak karena adanya karbonat yang dapat memperbaiki rasa.

Bila granula dan tablet effervescent dimasukkan ke air, akan terjadi reaksi kimia secara spontan antara asam natrium yang membentuk garam natrium, karbondioksida, dan air. Sementara itu, larutan karbonat akan menutupi rasa garam atau rasa lain yang tidak diinginkan dari zat obat.

Sumber: Muhammad Fikry Mauludi/TR, (Pikiran Rakyat)

Mengenal Pengobatan Nabi

Di antara maraknya praktik pengobatan alternatif, pengobatan cara Nabi Muhammad (thibbun al-Nabawi), merupakan metode yang banyak diminati. Salah satu cara pengobatan yang diminati masyarakat adalah bekam. Di Bandung sendiri terdapat tujuh cabang tempat terapi bekam yang tergabung dalam Asosiasi Bekam Rukyah Center, di antaranya terletak di Jalan Cinunuk, Cibiru, Bandung.

Dalam Islam, ajaran tentang kesehatan dirujuk dari ayat Alquran dan Sunnah Nabi. Salah satu kitab yang memberikan penjelasan tentang pengobatan cara Nabi adalah kitab Al-Thibb al-Nabawi. Kitab ini ditulis oleh Ibn Qayyim Al-Jawziyah yang hidup di Damaskus antara tahun 1292-1350 Masehi. Kitab Al-Thibb al-Nabawi dalam versi Arab diterbitkan tahun 1992 oleh penerbit Dar al-Fikr, Beirut.

Ibn Qayyim tidak belajar ilmu kedokteran (medis) secara khusus. Ia adalah seorang ulama yang mewarisi lembaga pendidikan terkenal di Kota Damaskus, bernama Al-Jawziyyah. Lembaga pendidikan ini dirintis ayahnya, Qayyim al Jawziyyah. Ia sendiri bernama Abu Abdullah Syamsuddin Muhammad bin Abu Bakr bin Ayyub.

Dalam riwayat pendidikannya, Ibn Qayyim pernah belajar kepada sejumlah ulama terkenal, satu di antaranya syaikhul Islam Ibn Taimiyyah. Dengan kapasitas keilmuannya tersebut, kelak Ibnu Qayyim melahirkan generasi ulama yang populer, seperti Ibn Katsir, penulis kitab Al-Bidayah wa al-Nihayah.

Kitab Al-Thibb al-Nabawi (Pengobatan Cara Nabi) bukanlah kitab pengobatan yang pertama dalam sejarah literatur Islam. Sebelumnya sudah ada beberpa kitab lain yang mengupas tentang cara pengobatan menurut ajaran Islam. Pada tahun 994 Hijriah, telah beredar kitab Al Kamil fi al-Shianaa yang ditulis Ali Ibn Al Abbas al Mijisi. Kitab ini konon merupakan kitab yang paling banyak dirujuk sebelum terbitnya kitab pengobatan lain yang lebih populer, yaitu Al-Qanun karya Ibnu Sina. Al-Qanun inilah yang kemudian banyak dibincangkan dan mewarnai kajian medis modern. Nama pengarangnya pun diabadikan dalam literatur Barat sebagai Avi Cenna.

Kandungan kitab Al-Thibb al-Nabawi dapat dikategorikan menjadi tiga tema besar. Pertama, penjelasan mengenai pengobatan dengan obat alamiah. Cara ini bersumber pada kekayaan hayati dan nabati. Misalnya pengobatan dengan air, madu, dan susu. Ibn Qayyim menguraikan jenis pengobatan ini dalam tiga puluh lima pasal pada kitabnya tersebut. Kedua, penjelasan tentang perawatan dan terapi menggunakan kekuatan spiritual. Cara ini mengandalkan pada kekuatan nasihat dan hikmah yang dieksplorasi dari Alquran dan Sunnah Nabi. Cara pengobatan ini diperuntukkan bagi jenis penyakit yang bersumber dari hati (qalb). Penjelasan untuk model kedua ini ada sekitar 23 pasal.

Ketiga, penjelasan tentang indikasi obat-obatan dan makanan yang disebutkan Nabi untuk mengobati penyakit dan penyembuhan. Kitab ini menguraikannya menjadi 132 pasal.
Dalam kitab ini juga diterangkan tentang definisi sakit. Dengan merujuk pada beberapa ayat Alquran dan Hadis Nabi, Ibn Qayyim mendefinisikan penyakit dengan mengaitkannya pada fungsi biologis dan spiritual dari hati (qalb). Konseptualisasi ini diturunkan dari hadis yang berbunyi, "Ketahuilah, sesungguhnya di dalam tubuh terdapat segumpal daging, jika ia baik maka baiklah seluruh tubuh dan jika rusak, rusak pula tubuh. Ketahuilah segumpal daging itu adalah hati." (HR. Bukhari dan Muslim).

Ibn Qayyim membagi jenis penyakit menjadi dua macam, penyakit hati dan penyakit badan (fisik).

Penyakit hati (psikis) hakikatnya merupakan gejala dari berbagai penyakit yang dirasakan orang yang sedang sakit. Jenis penyakit ini sulit dideteksi secara empiris medis. Misalnya orang yang mengeluh sakit, tetapi tidak ditemukan wujud penyakitnya. Menurut Ibn Qayyim, gejala ini muncul karena faktor eksternal dalam tubuh manusia, seperti rasa takut.

Penjelasan ini dirujuk dari hadis Nabi bahwa penyakit hati memiliki indikasi seperti adanya rasa waswas, ragu, munculnya hasrat berlebih, serta kehendak melakukan penyelewengan dalam hati manusia. Dengan hadis itu, Ibn Qayyim membagi penyakit hati pada dua kelompok, rasa ragu dan waswas serta hasrat untuk berlaku menyimpang.

Alquran banyak menjelaskan kategori penyakit ini. Misalnya orang munafik sebagai contoh orang yang berpenyakit hati.

Jenis yang kedua adalah penyakit badan (organ tubuh). Sakit pada fisik terkait dengan kondisi hati. Jika hati dalam keadaan galau dan waswas akan bedampak pada tubuh fisik. Kesehatan tubuh juga terkait dengan kecukupan asupan pada tubuh. Selama kebutuhan asupan terpenuhi, tubuh dalam kondisi normal.

Dalam organ tubuh manusia terdapat mekanisme pertalian (antibodi) untuk menjaga stabiltas tubuh. Mekanisme seperti buang air dan rasa lelah merupakan salah satu dari cara tubuh menjaga kestabilannya.

Stabilitas tubuh dapat terganggu karena faktor internal seperti penyakit hati tadi serta faktor eksternal seperti masuknya racun, suhu udara yang ekstrim, dan luka fisik.

Prinsip pengobatan Nabi bersifat integral (menyeluruh). Pengobatannya mencakup terapi tubuh sekaligus mental-psikis. Konsep integral ini terkait dengan hakikat manusia yang terdiri atas tubuh fisik dan mental psikis. Oleh karena itu, pengobatan cara Nabi bersifat holistik.

Dalam praktiknya, pengobatan menyangkut dua bagian itu, yakni tubuh dan mental. Dalam terapi cara Nabi tidak hanya mengandalkan doa, apalagi hanya mengeksploitasi ayat Alquran menjadi jampi-jampi dan takhayul. Semestinya, proses pengobatan cara Nabi juga menyertakan tindakan yang bersifat medis, meskipun sederhana. Di antara tindakan medis yang diyakini sebagai warisan Nabi adalah bekam.

Sumber: (Dede Syarif, peneliti Institut for Study Religion, Culture, and Public Affair, UIN Bandung. “Pikiran Rakyat”)

Tidur Dalam Gelap Cegah Depresi

tidur
Hallo apa kabar semua, sebentar lagi kita meninggalkan tahun 2010, menuju ke tahun 2011. Ada hal yang menarik tentang tidur, kalau memang selama kurun waktu di tahun 2010 atau tahun-tahun sebelumnya tidur kita kurang baik. Dan itu mungkin mempengaruhi perilaku kita di kehidupan sehari-hari. Mudah-mudahan setelah membaca postingan ini, ada sedikit perubahan dengan cara tidur kita.

Jangan pernah anggap remeh kehadiran lampu dalam kamar. Selain berfungsi sebagai alat penerangan, tata cahaya juga ikut memengaruhi psikologis kita. Sebuah riset menunjukkan, tidur dalam kondisi yang terang bisa memengaruhi mood seseorang. Tracy Bedrosian, penulis pendamping penelitian Ohio State University, Amerika mengatakan lampu di kamar tidur dapat memicu perilaku depresif. Hal ini dikuatkan hasil diskusi tahunan Society for Neuroscience yang menyebutkan lampu bisa menyebabkan gangguan mental yang serius.

Penelitian dilakukan terhadap tikus yang diberi cahaya lampu selama delapan jam pada saat mereka tidur. Pemberian lampu itu dilakukan dalam periode delapan minggu berturut-turut. Hasilnya, tikus percobaan yang terpapar lampu diam selama mereka tidur, menunjukkan gejala depresi. Perilaku itu dibandingkan dengan tikus yang tidak diberi cahaya lampu. Peneliti syaraf Dr. Randy Nelson menambahkan, lampu yang diberikan pada tikus itu sama dengan lampu yang digunakan orang pada umumnya, yakni lampu dengan tingkat pencahayaan rendah.

Peneliti menyimpulkan, kondisi tidur yang baik seharusnya gelap gulita. “Bahkan, lampu yang redup sekalipun bisa menyebabkan perubahan kimiawi di otak, terlebih setelah kondisi tidur selama delapan jam. Dalam jangka panjang hal ini bisa menyebabkan rasa depresi,” (Live Science/jam, “PR”)

Percaya atau tidak, kita perlu mencobanya.